• Home
  • About
  • Contact
twitter facebook instagram

Magition

~~ The Magical of Human Imagination ~~

Beberapa tahun terakhir, #ExploreIndonesia menjadi trend. Jujur saja, dengan adanya acara M*Tri*M*Adventure di salah satu stasiun televisi swasta, ditambah dengan media sosial instagram yang begitu digemari para fotografer profesional maupun accidential, serpihan-serpihan surga di pelosok Indonesia semakin dikenal. Setelah selama ini begitu banyak melihat keindahan alam nusantara dan kekayaan budaya Indonesia melalui televisi, instagram, dan media informasi lain, kali ini saya menjadi bagian yang terjun langsung menikmatinya. Setelah dua tahun hanya menyusuri beberapa lokasi wisata ala Kota Palembang, kali ini saya menyusuri provinsi bagian barat Sumatera. Dari Selatan ke Barat.

Terakhir trip saya bersama keluarga menikmati kesederhanaan dan kesantunan Yogyakarta dan kemegahan Borobudur di Magelang, Jawa Tengah dua tahun lalu. Trip kali ini berbeda karena saya tidak bersama bapak, Bunda, dan Ayuk melainkan saya 'menyusul' perjalanan bersama keluarga besar dengan modal tabungan sendiri (cuma dikasih uang jajan, alhamdulillah cukup untuk menutupi anggaran untuk oleh-oleh). Palembang-Bukittinggi/Padang dapat dicapai cukup dengan IDR165.000 dalam waktu 18 jam dengan bus kelas ekonomi. Berangkat pukul 13.00 WIB pada 30 Januari dari Palembang, faktanya menyentuh Bukittingi pada pukul 12.00 WIB keesokan harinya. Memang akhir tahun merupakan momen bagi hampir semua orang berlibur. Bukittinggi merupakan salah satu lokasi wisata dan belanja favorit di Sumatera Barat. Bukan hanya mereka yang berasal dari Sumatera Barat saja yang menghabiskan akhir tahun di tempat terdapatnya Jam Gadang ini, tetapi juga penduduk provinsi tetangga juga turut memenuhi kota ini. Kendaraan dengan nomor polisi yang berasal Riau, Jambi, bahkan Sumatera Selatan ditemukan berkeliaran di Bukittingi dan sekitarnya. Alhasil kemacetan telah dirasakan berkilo-kilometer sebelum mencapi kota ini. Keuntungannya, dengan menaiki bus, kami dapat menikmati pemandangan Danau Singkarak, Bukit Barisan, dan persawahan sepanjang jalan ketika memasuki provinsi Sumatera Barat.


Photo by: @viviemwe

Setelah 23 jam perjalan, keluarga besar kami (adik ibu saya dan para sepupu saya) menjemput kami (saya dan sepupu yang berangkat dari Palembang). Makan siang menjadi tujuan utama untuk saat ini.

---31 Desember 2016

Kelok 9, Jalan Raya Tetap Bisa Jadi Lokasi Wisata

Setelah istirahat sholat makan, kami masuk ke pemberhentian pertama yaitu Kelok 9. Bagi kalian yang hendak menuju pekan Baru dari Sumatera Barat akan menempuh jalan ini. Sesuai namanya, jumlah tikungannya memang 9 dan terdapat nama atau nomor kelok di setiap kelok namun tulisan tersebut sudah mulai hilang. Mencapai puncak kelok 9 dengan matahari yang menyengat namun tampaknya semangat para turis lokal tidak kalah dengan sinar matahari. Kami pun turut mengambil gambar di tempat ini dengan menyewa fotografer lokal yang menawarkan jasa sekaligus dengan foto tercetak IDR10.000/foto yang dicetak. Sayangnya, ketika meminta tolong sang fotografer untuk mengambil gambar dengan handphone salah satu dari kami, foto tidak terambil. Karena silaunya matahari, sepertinya fotografer salah memencet tombol untuk menjepret. Kami berinisiatif menggunakan bipro milik sepupuku.

 Location: Jalan Raya Kelok 9, Payakumbuh Sumatera Barat

Printed photo by local photographer |  Location: Jalan Raya Kelok 9, Payakumbuh Sumatera Barat

Indonesia juga punya Grand Canyon, Lembah Harau namanya

Lokasi tujuan selanjutnya lebih sejuk. Tempat ini dikenal sebagai Grand Canyon Indonesia, pernah dengar? Lembah Harau namanya. Jika menyusuri hingga ke ujung lembah maka akan menemukan sebuah air terjun. Kami hanya menempuh hingga setengah perjalanan karena malam akan menjelang. Pemandangan di sini cukup menenangkan. Para pengunjung bisa memilih sendiri dimana akan berhenti untuk mengambil view yang pas.
Photo by @dradesniati | in frame: @normasartuikayulinar @ratuaghnia @intanormala @malmal_amalia @viviemwe, @nezanamira | Location: Lembah Harau, Limapuluh Koto, Sumatera Barat.

Jam Gadang nan Terkenal

Malam tahun baru semakin mendekat. Kami menikmati Sate Padang sebagai makan malam. Khas dari rumah makan sate padang ini adalah kerupuk jangeknya. Ukuran yang tidak biasa dengan rasa yang lezat akan membuat lidah anda ketagihan. Perjalanan berlanjut ke Jam Gadang, Bukittinggi. Kendaraan terparkir cukup jauh. Tak cukup dengan itu, kami masih dipaksa olahraga dengan menaiki kurang lebih 88 anak tangga untuk mencapai lokasi. Di sepanjang pinggir tangga, cinderamata khas Sumatera Barat terpampang. Sekitaran Jam Gadang telah dipenuhi banyak orang yang menantikan tahun baru. Hanya terdapat beberapa ruang untuk membentang tikar. memang benar kata orang, masyarakat Minang hobi berdagang. terbukti mereka memanfaatkan kesempatan ini dengan menjual pernak pernik yang dibutuhkan seperti tikar, bandana dengan lampu, kembang api, dan terompet. Kami yang tidak tahu jika akan seperti ini akhirnya membeli tikar karena tidak ada yang sanggup untuk kembali mengambil tikar di mobil. Bandana dengan hiasan telinga kelinci yang lucu pun menarik perhatian kami. Saya dan semua sepupu saya mengenakannya dengan membelinya di pedagang asongan setelah menawar harga tentunya. Sepertinya, beberapa pengunjung tertarik dengan bandana ini. Kami beberapa kali ditanyakan penduduk lokal dengan bahasa daerah mereka--mungkin mereka mengira kami penduduk lokal juga. Saya awalnya bingung dan berusaha menjawab, akhirnya menggunakan bahasa Indonesia. Kami meninggalkan lokasi sebelum jam Cinderella berbunyi sebelum untuk mengantisipasi kemacetan yang akan terjadi kelak.

 Photo by: @viviemwe | In frame: @malmal_amalia | Location: Jam Gadang, Bukittinggi, Sumatera Barat.

Photo by: local photographer | In frame: @normasartuikayulinar @ratuaghnia @intanormala @malmal_amalia @viviemwe | Location: Jam Gadang, Bukittinggi, Sumatera Barat.

*catatan: tetap berhati-hati karena di hari tahun baru, banyak sekali orang-orang menghidupkan kembang api. Sebagian tahu bahaya dan cara mengantisipasinya, namun sebagian tidak. Ketika berjalan menuju mobil, kembang  api terarah pada kami. untungnya masih ada angin yang mengubah arah meletusnya dan kami yang melihat sekelebat luncuran cahaya sigap langsung berlari.

Kami menginap di wisma yang terletak di Padang Panjang, kampung halaman Hayati, tokoh utama wanita pada film Tenggelamnya Kapal Van der Wijck. Kamu penggemar Pevita Pearce, Herjunot Ali, atau Reza Rahardian? pasti pernah menonton film ini. Wisma tempat kami menginap pun bernama sama. Padang Panjang merupakan kota tertinggi di Sumatera Barat. Tidak heran jika di wisma ini tidak disediakan pendingin ruangan ataupun kipas angin namun kita tidak akan merasa kepanasan.

---1 Januari 2017


Pagi menjelang, pukul 06.20 kami memulai perjalanan bahkan sebelum sarapan disediakan. Pagi ini diisi dengan wisata budaya ke Istana Baso Paguruyung, Batusangkar. Perjalanan dihiasi oleh keindahaan sawah dan gunung  Merapi. Tak lupa, kami mengambil kesempatan untuk jeprat-jepret di sini.
 Photo by: @normasartikayulinar | In frame: @malmal_amalia | Location: Padang Panjang, Sumatera Barat

Istana Masyarakat Minang

Menempuh perjalan kurang lebih 1 jam, akhirnya tiba di lokasi. Istana Baso Paguruyung menyuguhkan kekayaan budaya Indonesia khas minang pada zaman dahulu kala, melihat alat tradisional, ukiran, bentuk rumah atau istana yang digunakan dulu oleh ekrajaan Paguruyung. Cukup dengan IDR10.000/orang kami dapat dengan bebas mengitari lingkungan istana ini. Jika ingin memasuki istana, pengunjung diminta untuk melepas alas kaki dan meletakkannya di kantung plastik yang disediakan. Terdapat buku tamu untuk diisi bagi pengunjung dari luar kota.

Photo by: @malmal_amalia | Location: Istana Baso Paguruyung, Batusangkar, Sumatera Barat

 Photo by: @normasartikayulinar | In frame: @malmal_amalia | Location: Istana Baso Paguruyung, Batusangkar, Sumatera Barat

Satu Titik untuk dua Lokasi Wisata

Meninggalkan istana pada pukul 09.14, tentunya setelah sarapan. Di perjalanan menuju pemberhentian selanjutnya kami membeli nasi padang untuk dimakan ketika berpiknik. Yap, kami akan berpiknik di Puncak Lawang. Kurang lebih memakan waktu 2 jam dengan jalan khas Puncak, berkelok-kelok dan mendaki. Namun semua terbayar ketika mencapai lokasi. Sama seperti Jam Gadang, Puncak Lawang juga ramai pengunjung. Lokasi ini juga ttidak jauh dari  Bukittingi. Tiap pengunjung  diwajibkan merogoh kocek IDR15.000/orang dan IDR10.000 untuk kendaraan. Di sini terdapat flying fox bagi yang ingin mencoba menikmati keseruan dengan memacucu adrenalin cukup dengan IDR50.000. Pemandangan tidak hanya dipenuhi oleh Pohon Pinus dan wahana outbond, memandang ke arah bawah di sisi kiri saat menaiki Puncak lawang, pemandangan indah Danau Maninjau memanjakan mata.
 
Photo by: @viviemwe | In frame: @dradesniati, Saptinar | Location: Puncak Lawang, Kabupaten Agam, Sumatera Barat

 Photo by: @malmal_amalia | In Frame: Danau Maninjau | Location: Puncak Lawang, Kabupaten Agam, Sumatera Barat

 Photo by: @normasartikayulinar | In Frame: Flying fox | Location: Puncak Lawang, Kabupaten Agam, Sumatera Barat

Danau Vulkanik, Danau Maninjau

Daanau Maninjau tergolong danau vulkanik. Di danau ini terdapat begitu banyak tempat budidaya ikan. Diberitakan banyak ikan terapung permukaan jika gempa telah terjadi. Melihat Danau Maninjau dari dekat dapat ditempuh dengan melewati kelok 44 (Ampek puluh Ampek). Tikungan di jalan ini begitu tajam dan curam. Para pengendara harus berhati-hati dan harus berhenti ketika terdapat mobil dari arah berlawanan melewati tikungan. Di setiap kelok terdapat perhitungan untuk melihat sudah sampai kelok berapa kita berada. Sisi jalan adalah Danau Maninjau, di sisi berlawanan adalah bukit barisan. Beberapa tulisan peringatan untuk berhati-hati akan banyak ditemui sepanjang perjalanan. Setelah melewati perjalan yang mengocok perut namun diobati dengan pemandangan yang indah, Danau Maninjau telah menanti. Silahkan pilih dimana akan berhenti untuk mengambil momen. Di tepi jalan banyak penduduk lokal menjual ikan dan makanan dengan bahan dasar hasil perairan.
Photo by: @dradesniati | In frame :@malmal_amalia @normasartikayulinar @intannormala @nezanamira @viviemwe @ratuaghnia


Perjalanan jauh akan ditempuh jika akan menuju Padang melewati pariaman. Di Pariaman sendiri  terdapat lokasi wisata yaitu Pantai Gondoria dan Pantai Kata. Sayang, matahari telah beranjak meninggalkan singgasananya sehingga kami hanya menikmati pemandangan dari dalam kendaraan. Penjelajahan bersama keluarga berakhir di sini. Perjalanan saya dilanjutkan bersama dua orang sepupu saya yang akan melanjutkan perjuangan menyusuri titik-titik wisata di Sumatera Barat. (bersambung....)
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Gradasi jingga di langit sore itu menjadi pemandangan yang terasa begitu nikmat bagi Ran di liburan musim panasnya. Bagaimana tidak, ia tidak memiliki kegiatan spesial di liburan kali ini. ‘Apa ya yang akan dilakukan Shinichi saat liburan seperti ini? Ahh, mungkin dia akan liburan ke Hawai atau bagian bumi lain atau mungkin dia menghabiskan hariharinya dengan membaca novel Holmes. Dasar si gila misteri itu’ gumam Ran dalam hati. Terbesit di pikirannya mengapa ia tidak ke rumah Shinichi untuk mampir dan bersih besih? Ran memutuskan ke rumah Shinichi besok pagi.

Ran membersihkan buku-buku berdebu di ruang baca rumah Shinichi. Perhatian Ran teralihkan oleh sebuah novel yang letaknya lumayan tinggi. Berusaha Ia menggapainya. Tiba-tiba seorang bertopi, berbaju layaknya Sherlock Holmes di cerita-cerita, namun parasnya tidak begitu jelas, dating degan tergesa-gesa. Wajahnya pucat karena letih. Sepertinya ia bukan orang Jepang. Ia berteriak dengan paniknya dalam bahasa Inggris.

“Mr. Kudo! Mr.Kudo!”
Segera Ran menghampiri tamunya itu. “Shinichi tidak ada di rumah!”
Kembali orang asing tadi berteriak “Empat! Mereka! Hi-hilang!”. Lelaki itu jatuh karena pingsan. Ran mendekati pria itu berusaha untuk menolongnya. Glek. Tib-tiba ruangan menjadi gelap gulita. Muncul secercah cahaya Semakin lama semakin jelas. Ran mendekai sumber cahaya  dan memerhatikan sekitar. Ia tidak mengenal tempat ini. Dimana ia sekarang? “Ini bukan rumah Shinichi.’gumam Ran

Lelaki paruh baya itu bangun. Sepertinya ia sedikit mengerti akan hal yang telah terjadi. Ia tersenyum licik.

“Nona, waktumu hanya sampai cahaya itu padam.” Ia mulai berbicara.
“Apa maksudmu? Aku masih punya banyak waktu libur untuk membereskan rumah Shinichi!” Ran tak mengerti.
“Lekas temukan. Carilah mereka di antara yang pulang hanya dari daerahku.” Lelaki itu tidak menggubris pertanyaan Ran.
“Tampaknya kau mengerti dengan keadaan ini. Bisa kah kau jelaskan?” Ran mencoba mendesak secara halus.
“Satu profesi. Mulailah dari seseorang yang ingin Kau temukan saat ini. Sisanya sesuaikan sendiri. Ingat-ingatlah ini saat dibutuhkan ‘Suara Itu Pasti Indah’. Lalu, lelaki itu mendekati cahaya, parasnya mulai tampak. Ran berusaha mengenailnya tapi tak bisa.
“Tunggu!” seru Ran.
“Jangan lupa barang bukti.” Orang itu mengakhiri pembicaraan. Dia menghilang bak ditelan cahaya meninggalkan Ran yang kebingungan.

“Shinichi, dimana Kau? Hal aneh terjadi di sini. Ini kasus yang tidak aku mengerti.” Ran mulai menangis.

“Mungkin jika kau di sini, ini hanyalah masalah gampang.” Ran meneteskan air mata. Drrrt. Drrrt. Hp Ran bergetar. Berharap seseorang mencarinya sehingga ia bisa meminta bantuan, tapi ternyata hanyalah alarm makan siang. Ran menyadari bahwa ia tidak mendapat sinyal di tempat ini. Ran memencet tombol keluar dari aplikasi itu. Muncul wallpaper foto Shinichi. Ran mengerti, Ia harus menyelesaikan kasusnya sendiri, tidak boleh membebani orang lain, sama seperti Shinichi.
“Baiklah, ayo kita mulai!” Ran menghapus air matanya. Mengetik kata-kata drai lelaki tadi. Ia tersenyum tipis, “Tak kusangka, liburanku diisi dengan hal ganjil seperti ini”. Lekas ia pikirkan maksud kata-kata orang itu. Empat orang telah hilang. Mungkin mereka orang penting sampai-sampai ada orang yang repot-repot mau mencari mereka. Siapakah empat ornag itu dan dimana harus ditemukan? Kembali Ran berusaha meresapi kata demi kata. Cahaya mulai meredup. “Waktuku tidak banyal.” Ran mulai berkonsentrasi tinggi.

Kembali ia buka hpnya untuk mencari inspirasi. Muncul wallpaper foto Shinichi dengan kaos bolanya. Ran tersentak. Sepak bola. “Mengapa aku bisa lupa kalo momen langka yang ada  di tahun ini adalah Piala Dunia?”

Carilah mereka di antara yang pulang hanya dari daerahku.
Ran berusaha mengingat tim yang sudah tersingkir dari acara olahraga sejagad itu. Hanya dari daerah lelaki itu berarti mungkin yang ia maksud hanya dari kawasan Eropa. Ran mengumpulkan nama negara  yang didapatnya dan mulai menyusun rencana kemana ia harus pergi pertama kali.

Suara Itu Pasti Indah.
“Itu dia. Itu urutan negaranya!Lalu siapa yang harus kutemukan?” Ran mengingat lagi. “Seseorang yang ingin aku temui. Shinichi…. Mungkin orang yang cukup dekat dengan Shinichi.” Ran terdiam. Tak pernah ia sangka di waktu liburannya, Ran harus menemukan orang yang belum tentu dikenalnya, dengan informasi alakadarnya. “Begini rasanya main detektif? Tapi apakah ini pantas disebut permainan?” Tunggu. Detektif.

Ran tau kemana harus pergi dan siapa yang akan ia temukan. Ran berusaha menggapai cahaya dan dalam sekejap tiba di lokasi pertama. 


Riuh rendah suara pawai kenaikan tahta seorang putra mahkota.
“Seharusnya bukan hal yang sulit menemukannya di tengah orang Eropa ini.” Ran berusaha menyemangati diri sendiri. Ran berlari kea rah kerumunann dan menemukan orangn yang dikenalnya. “Dapat!” seru Ran.
“Dapat apa?” ujar pria itu keheranan.
“Aku haris menemukan 3 orang lagi dengan profesi sama sepertimu. Tapi akutidak tahu siapa lagi.” Ujar Ran meratapi nasib(?)
“Aku pernah menemukan tiga orang lainnya dnegan profesi sama sepertiku. Ya di pulau itu. Sekolah detektif.” Pria itu membantu Ran. Ia membisikkan nama-nama tersangka(?) dan menjelaskan ciri khasnya. “Tapi, seseorang dari uatar telah tewas.” Suaranya merendah. Belum selesai kekagetan Ran, ia sudah lembali ke tempat semula.
“Terima kasih. Aku tertolong. Aku tahu kemana aku harus pergi selanjutnya. Ran kembali mendekati cahaya yang kian meredup.

Sampailah ke salah satu kota mode dunia.
“Mode… Perempuan…Detektif perempuan!” Ran dengan semangat menjelajahi kota itu. Pemnadangan yang menakjubkan ia nikmati. Seharian penuh sudah ia habiskan.
“Sebenarnya berada di dunia mana aku ini? Semuanya sungguh nyata. Orang-orang bahkan sadar akan kehadiranku” ketika Ran sibuk dengan pikirannya, seseorang berwajah jepan keluar dari butik di depannya. Ran mengerjar wanita itu.
“Dapat!” seru Ran dengan semangat. Mereka terdiam. Ran  akhirnya angkat bicara “Kau…detektif kan?”
“Detektif yaa? Hahaha dulu aku pernahbermain sekolah detektif, tapi huahaha jangan bercanda. Aku ini bukan detektif. Aku bukan detektif sungguhan.” Ran terdiam.
“ Seharusnya kau berhati-hati denganku. Aku ini pembunuh” ujar perempuan itu dengan suara yang direndahkan.
“Ini cindera mata untukmu karena kau mengingatku sebagai detektif. Sepertinya kau lebih muda dariku. Sudahkah kau puas mengelilingi kota ini? Entah kapan lagi kau bisa ke sini” perempuan itu berkedip dan berlalu.
Yap, perempuan itu benar. Ran sampai letih mengelilingi kota ini karena penasaran. Tanpa disadari Ran kembali ke tempat ia memulai segalanya.
“Oh ke sini lagi yaa. Aku berharap sudah berada di rumah sekarang.”keluh Ran. Cahaya kian meredup. “Bertahanlah! Setengah jalan lagi!” ucap Ran.

Ran kini berada di bangku penonton penampilan opera. Sungguh megah dan terhormat. Tapi, ia terusik dengan orang  si sebelahnya sedang berbisik sesame mereka.  Ran berusaha mencuri dengar. Seseorang dri bangku VVIP berdiri, berjalan menuju pintu keluar. Ran langsung bertindak.
“Mengapa kau beraninya keluar dari pertunjukan terhormat ini?”
“Oh sungguh memalukan. Tidakkah mereka sadar peran pembantu yang ia mainkan tidak layak untuk panggung semacam itu.”
‘benar. Ia orang yang perfeksionis.’ gumam Ran.
“Lantas apa urusanmu denganku? Kau menunggu pacarmu yang tak kunjung datang?” Tanya orang itu menyadarkan lamunan Ran. “Apa karena kehabisan tiket? Ini ambil tiketku untuk pacarmu itu. Golden Ticket hanya untuk 10 pembeli pertama. Terjual habis dalam waktu 30 detik secara online. Aku pembeli ketiga. Lelaki itu pergi.

Ran kembali ke tempat cahaya yang sudah redup.

“Tidak! Jangan mati! Seorang lagi!” Ran panik. “Jika seseorang itu tekah tiada, lantas siapa lagi yang berprofesi sama? Shinichi tolong akuuuu!!” Cahaya kian redup. “Shinichi….” Ran tidak dapat berpikir jernih. Ia pun dimakan cahaya. Terlempar tak tentu arah. Terbayang olehnya wajah Shinichi.” Jangan-jangan yang terakhir adalah….”


Ran terbangun.Ternyata ia tertidur di atas novel yang dibacanya.
“Ternyata hanya mimpi. Syukurlah!” Ran mengelus dada. Segera ia tutup novel tadi. Tersadar ada sesuatu tersandar di kursinya. “Ini, tas dengan cindera mata dari wanita itu?” Ran mencoba merogoh saku celananya “Golden Ticket opera?” Buru-buru Ran meletakkan novel dan bergegas pulang.\
“Hai darimana saja kau tiga hari ini Ran?” Ayahnya bertanya-tanya.
‘Tiga hari? Aku berpergian selama tiga hari?’ Ran berusaha memasukkan kejadian dengan logikanya.
“Hei Ran, bungkusan apa itu? Kemana saja kau?” Kembali ayahnya bertanya menyadarkan Ran dari lamunannya.
“Aku dari liburan ke Eropa.” Ucap Ran tersenyum pada diri sendiri dan memasuki kamar.







Share
Tweet
Pin
Share
3 komentar

Apa yang kalian lakukan selama liburan? Travelling? (asik banget sih bikin iri -_-) Belajar? (no comment) atau bahkan hunting pakaian di mall? (asal ga lagi bokek ._.) Nah, kalo gue kebagian jatah liburan di rumah. Ehm, oke. Ngapain aja nih kalo kalian dapet kesempatan liburan di rumah selama kurang lebih tiga minggu bahkan satu bulan? Jangan mau mati gaya walau cuma jadi anak rumahan! Wkwk~

1. Nonton
Tau apa aja yg gue tonton? Lumayan banyaklah, sesuai sama waktu liburnya. Awalnya minta rekomendasi temen, film dan anime apa yg kece dan asik buat ditonton. Dari sekian banyak pilihan hanya beberapa yg lolos seleksi (baca: terlaksana)

Pertama adalah now you see me. Perjuangannya itu loh :" Awalnya udah donlot. Mulai dari yang terbagi jadi 3-partlah, atau bahkan 8part. Kita mulai dari part pertama. Dan ternyata, without subtitle. Yah, gak ada tulisan arti dari apa yg mereka katakan. Oke, itu masih bisa diterima. Untung mereka ngomong pake bahasa inggris, seenggaknya masih bisa mehamami jalan cerita. Lanjut~ kita buka part 2. Error. Part 3. Error. Ehm, masih berkutat. Kita coba dengan yg terbagi jadi 8 part. Part 1. Oke (walau tanpa sub). Part 2. Error. Part 3. Pengumuman yg sama. Part 4. Angkat tangan. Gue delete file eror. Strategi selanjutnya, beli kaset.

Ke toko kaset ga nemu yg namanya film Now You See Me. Bahkan ada yg ngira kalo itu film Jepang. *tepok jidat*

Sembari mencari sumber film sulap itu, otw donlot film Steins Gate. Anime yg baru heboh di cfc gara-gara ulah salah satu membernya padahal udah ada dan tamat dari 2011 lalu. Cari yg format mp4 aja biar bisa didonlot dan ditonton di hp. Lalu, baru masukin ke lepi. Itu strategi. Koleksi bertambah tapi ga perlu nonton gambar kecil di lepi. Maklum, cari yg size hemat. Mp4 atau 3gp. Ga mau panjang-panjang ngejelasin Steins Gate. Silahkan cari di mbah gugel.

Anime selanjutnya Guilty Crown. Entah mengapa, tidak terlalu menantang. Tinggalkan 3 episod yg sudah tertonton dan terdonlot.

Dapet rekomendasi lagi, Fate Stay Night. Anime tahun 2006. Tapi ceritanya gue suka. Genrenya pas aja hehe. Total 24 episode. Berhasil gue habisin dengan lumayan lancar.

Balik lagi dengan perjuangan Now You See Me. Karena di kaset abal-abal ga ada gue pun udah lumayan nyerah. Iseng nyari di deretan kaset original. Dapet. Wow begete! Penantian berkepanjangan berakhir sudah. Alhamdulillah, filmnya tidak.mengecewakan. TOP banget om, tan, pesulap hehe :3 l
THE CLOSE YOU LOOK, THE LESS.YOU'LL SEE.

2. Ke rumah nenek
Kayak judul karangan bahasa anak sd yah? Wkwk~ noprob deh. Dari pada membusuk di rumah, diajak nyokap maen ke rumah nenek yg jaraknya cukup jauh dan memakan waktu 12 jam dari rumah. Berapa lama? Dua Belas jam kalo pake Mobil. Dan, gue harus pulang sendiri. Bayangkan!

3. CFC-an
Kegiatan yg ga luput dari skolah ga skolah deh wkwk.

4. Translator
Setelah dengan menjadi subber tidak lagi menyala lampu hijau karena pakbosnya yg udah lesu, gue beralih jadi translator manga. Bisa dicek di mangafire.net buat yang penasaran sama hasil kerja gue. Kalo dari pengalaman, mndingan translate manga deh dibanding harus ngesub anime. Why? Kalo ngesub, perlu nyesuain timing si tokoh ngomong, kalo manga kan engga hehe :D

5. Bikin Poster
Oke teman-teman, inilah tugas akhir blok kami yang tak kunjung selese karena tak kunjung di acc. Gimana mau liburan dengan tenang coba? Hasudahlah, semua sudah berlalu dengan akhir bahagia bagi semua pihak(?) Ketika ketabahan Photoshop dan kesahihan teori dipersatukan. Inilah hasil akhir kelompok kami yg mungkin telah menjadi kelompok terakhir yg posternya diterima. Maap malu-maluin, semoga ga mengecewakan.

Semuanya sudah berakhir. Buat yg pensaran sama foto temen-temen luburan gue, ntar deh di upload pas lagi ol pc hehe

Nah itulah kegiatan gue selama liburan. (Sebenernya ditambah sama beresin rumah dan belajar masak, cuma karena terlalu mainstream, jadi mendingan ga dijelasin kronologinya). Mereka jugalah yang menjadi teman saya selama liburan. Boleh dicoba. Semoga menginspirasi. Bagi yg bingung mau ngapain, lakuin aja hobi kalian, hati senang walau tak banyak uang ya kan? Karena kita tidak tahu sesibuk apa kita saat kita udah terjun ke bidang akademis yang cukup menjemukan tapi demi masa depan. Ganbarimashou~!

Thanks for being my friends in holiday

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Ini benar-benar kreasi yang sangat sederhana. Buat tulisan dengan berbagai font selanjutnya mainkan di efek outer glow dan semuanya selesai. It was too simpe, wasn't it? :p






Nah, klo yang ini tingkatannya sedikit di atas gambar yang sebelumnya walau sama-sama sederhana dan hanya bermain dengan efek outer glow. Gambar ini setidaknya, menggunanakan background karya sendiri, selanjtnya diberi bingkai dengan efek inner glow. Easy? :p
Share
Tweet
Pin
Share
2 komentar
Yaa, itulah ulang tahun dalam berbagai bahasa. Seiring bertambah seringnya kita memeringati ulang tahun, umur kita bertambah atau berkurang, yaa tergantung cara pandang masing-masing. Sebenernya sih setiap hari, setiap jam, bahkan setiap menit umur kita bertambah. Ga kerasa yaa semenit aja umur udah bertambah tua. Tapi jangan salah menilai waktu. Satu Menit itu cukup lama. Coba deh sekali-sekali kalian bikin video editing dengan bahan dasar terbatas, kerasa deh gimana lamanya satu menit. Atau, pengen ngerasain gimana lamanya satu detik? Silahkan coba membuat subtitle sebuah film, ambil yg durasinya 18menitan aja deh. Telat satu detik aja subtitle muncul setelah aktor mulai berbicara, bisa dicap jelek tuh subber. Maka hargailah waktu yaa sobat, waktu ga akan kembali haha XD

Berhubungan dengan judul di atas, saya mau ngebahas ultah saya yang ke 17 tahun kemarin April (Alhamdulillah). Terima kasih buat yang inget hari lahir saya karena saya juga belum tentu inget hari lain orang lain *plak. Terima kasih juga atas pemberian-pemberiannya yang sangat berguna untuk masa yang akan datang. Amiin.



Lantas, apa sih spesialnya ulang tahun? Nah, itu juga saya belum dapet jawaban yang kena di hati. Sampe-sampe kakak kandung saya, the one and only, negur, "Kamu itu ulang tahun, kok kayak ga peduli?". Saya *cukup* peduli kok. Dengan begitu, tanggung jawab sebagai seorang manusia bertambah, ibadah harus lebih berkualitas, dsb. Karena sikap yg "biasa saja", saya bahkan ga tau kalo misalnya ortu udah nyiapin makanan, dikiranya saya bakalan ngajak temen ke rumah soalnya udah kelas 3 :v Terima kasih buatanak cewek XII IA 2 yang udah nyempetin diri dateng. Maaf yaa ngasih taunya telat, soalnya tidak direncanakan sih haha XD



Nah, bagaimana cara kalian mengahadapi(?) ulang tahun? tergantung kepercayaan, dan pengetahuan masing-masing.
Well, I love you all guys~!
Share
Tweet
Pin
Share
3 komentar
Menjadi ujung tanduk sebuah tim besar memang tidaklah mudah. Apalagi, mendapatkan cedera lutut yang mebuatmu tak dapat berlari kencang untuk membunuh gawang lawan. Itulah yang dialami oleh Khawarizmi, atau yang lebih akrab dipanggil Riz. Tak banyak yang tahu mengenai cedera lututnya yang hanya memiliki kesempatan dua kali operasi. Operasi pertama telah dijalaninya, namun jika sampai operasi kedua harus dijalani, impiannya menjadi striker utama di tim nasional Indonesia harus diluluhlantakkan ke ruang angkasa.

Riz merupakan pemain berkelas. Talenta yang dimilikinya membuat guru di Akademi sepak bola yang diikutinya berdecak kagum. Penyerang utama dari tim sepak bola SMA Aphrodite ini merupakan senjata tajam untuk merobek pertahanan lawan. Mendengar namanya saja akan mebuat banyak orang tertarik untuk bertanding melihat langsung ketajamannya dan melawannya.

Tidak begitu keadaannya sekarang. Dalam beberapa pertandingan terakhir, Riz kehilangan tajinya. Apakah cedera lututnya makin parah? Tidak ada yang tahu. Yang jelas, operasi pertama yang dijalaninya telah banyak membantunya menjalani kehidupan persepakbolaan. 3 pertandingan terakhir, Riz hanya mampu membawa timnya imbang melawan SMA yang sepangkat dengan SMA Aphrodite atau pun SMA dengan titel yang jauh lebih rendah dibanding tim yang diusungnya saat ini.

Kepercayaan para fans semakin menurun. Tentu saja, ini memengaruhi psikologis Riz dan membuatnya tertekan. Tidak sedikit teman sejawatnya yang masih percaya pada kemampuan emas yang dimiliki Riz. Mereka mengatakan bahwa Riz dalam masa transisi, yaah terkadang pemain memiliki masa istirahat, titik jenuh kemampuannya meningkat sehingga ketajamannya berkurang. Mungkin inilah masa transisi yang dialami Riz.

Riz mulai tak peduli dengan orang yang mulai meragukannya. Ia terus berjuang dan terus berlatih walau hasilnya tak kunjung terlihat.  Besok adalah pertandingan hidup dan mati. Pertarungan yang memertaruhkan nyawa SMA Aphrodite dalam Kejuaraan SMA Nasional. Percaya atau tidak, SMA Aphrodite merupakan favorit juara kedua. Sebagai juara bertahan tak terduga di tahun sebelumnya, SMA Aphrodite mampu menebar ancaman dan difavoritkan menjadi juara setelah SMA Sayyid Aghil Al-Syirad, tim sepak bola terhebat di Indonesia dengan pemain bertabur bintang di dalamnya.

Malam itu, Riz membuka blog pribadinya. Mulai mencurahkan apa yang ia rasakan, bagaimana kondisinya saat ini, bagaimana keadaan begitu menekannya, dan bagaimana beberapa teman-temannya tetap bertahan memercayainya.  Setelah selesai menarikan jemarinya di atas keyboard  laptopnya, ia menutupnya lalu bergerak untuk tidur. Berharap dapat tidur dengan nyenyaknya di hari penuh konspirasi, penuh ketegangan untuk dirinya sendiri.

Pagi yang cerah menyambut hari penentuan untuk SMA Aphrodite, tapi tidak begitu cerah untuk hati Riz dan juga timnya. Jam 2 siang nanti pertandingan dimulai. Tiap kali detik jam bergerak menambah kegelisahan di hati Riz. Terbesit di hatinya untuk membuka blog, melihat komentar yang mungkin di antara cacian terdapat nasihat yang membangkitkannya, namun selalu dielaknya.

Pukul 10 pagi, Riz siap berangkat untuk berkumpul bersama timnya yang akan melakukan pemanasan bersama. Laptop di atas meja, bagai berteriak untuk dibuka. Riz yang sudah siap berangkat tak mampu mengelak. Dibukanya laptop itu, dengan sigat membuka blognya. Berbagai komentar yang berisi mosi tidak percaya. Tiba-tiba ia tersenyum, mendapat gairah baru, Riz bangkit dari tempat duduknya, mematikan teman canggihnya dan berangkat.

“Dua gol membuktikan bahwa talenta emas Riz masih hidup. Tidak dapat berbangga, SMA Aphrodite gagal melangkah ke babak selanjutnya”

Itulah berita singkat yang muncul di situs resmi Liga Nasional SMA. Entah harus berbangga atau kecewa perasaan yang cocok dipasang oleh para pendukung SMA Aphrodite saat itu. Bagaimana dengan Riz? Dia bangga. Jiwanya telah bangkit. Pertarungan melawan Riz, Khawarizmi yang sebenarnya baru akan dimulai. Walau terlambat untuk bangkit dari keterpurukan, setidaknya Riz mendapat pelajaran berharga hari ini. Komentar dari curahan hatinya di blog malam itu menjadi rahasia kebangkitannya. Tidak ada tahu orang yang mempu mebangkitkan Riz dalam tulisan di blog Riz itu, hanya Riz dan si anonim. ------NS


cerita pendek di atas, terinspirasi dari pemain bola idola saya, yang hingga detik saya mengepost cerpen ini dia belum ada kemajuan penampilan. Saya harap cerita ini dapat menjadi nyata. Terima kasih bagi yang sudah membaca ^^ komentarnya silahkan~

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Euforia ketika tim kebanggaan kita menang, memang menyimpan sensai yang luar biasa. Namun, di tengah kekalahan pun masih terdapat euforia yang tak terungkapkan. Karena, melihat mereka bermain dengan semangat untuk menang sudah menjadi kebanggan. Buaknkah tidak ada kemenangan tanpa kekalahan terlebih dahulu?
------------------------- NS






Pict Credit to One Support For Chelsea








Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
 

 Alhamdulillah, dengan mengucapkan Segala Puji bagi Allah SWT Tuhan semesta Alam yang sangat mencintai umatnya karena dengan ridho-Nyalah karya ini selesai. Karya ini mulai digambar pada tanggal 9 Januari 2012 dan mengalami pengeditan berkali-kali karena sang pelukis *eeeaaa* disibukkan dengan kegiatan lain seperti sekolah. Tentu saja pengeditan dilakukan berhari-hari karena setiap harinya pelukis hanya memiliki waktu terbatas untuk mengurus gambaran yang cukup membanggakan walau tidak begitu bagus *mungkin* bagi orang yang ahli pada bidang ini. But, I think, it is great ^^b
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Sebelumnya mau ngucapin Happy New Year 2012! buat yang ngerayain walau ucapan ini agak telat tapi mohon diterima karena jujur aja pengen banget membuat postingan baru di blog ini tapi malesnyaaaaaa...... ampuuuuuunnn  =w= Ini aja blog udah kebuka lama, ditinggalin dulu, buka web lain, baca komik online, liat twitter dan akhirnya terbesit di hati untuk memberi gaya pada otak dan memerintahkan saraf pada anggota gerak yaitu tangan untuk melakukan usaha yang menghasilkan kata-kata terangkai dan bermakan (sedikit) *Alhamdulillah*. Yaaak sekian untuk pembuka postingan ini sebelum kita akan masuk ke dalam cerita inti dari postingan ini. 


~o~o~o~o~o~o~o~o~o~o~o~o~o~o~o~o~o~o~o~o~o~o~o~o~o~

       Ehmm, diliat dari judulnya aja pasti udah ketebak kalo I'M IN HOLIDAY hurrraaaaayyyy (y) ^^b. Liburnya dari tanggal 1 sampe tangggal 9 Januari. Sedikit berbeda dengan kota lain. Soalnya sepupu gue udah pada masuk sekolah tanggal 2 Januari dan gue----- baru mulai libur. Hmmm, sebagai peserta didik yang baik, psikologi kita ga mungkin terlepas begitu aja dari yang namanya sekolah buktinya di saat libur kita masih mikir sampe kapan libur ini berakhir dan harus kembali pada kegiatan sehari-hari. SEKOLAH. Itu tandanya kita masih menjadi peserta didik yang baik loohh, hahaha :p.  Tapi seenggaknya kita ga perlu ke sekolah selama libur ini yaa kan? kecuali kalo punya urusan penting. Yah at least kita ga perlu ngitung gaya yang diperlukan tetesan air jemuran untuk jatuh ke permukaan bumi.
       Pada liburan ini gue renacanya mau ke Lampung. Provinsi tetangga yang punya tempat wisata lebih. Tapi, apa hendak dikata. Takdir tidak mempertemukan kita saat ini wahai tanah yang pernah kuinjak saat kelas 1 sd lalu. Sebenarnya sih udah di perjalanan, tapi mobil tiba-tiba mengalami kemacetan artinya mobilnya lagi ga sehat. So, dibawa ke bengkel terdekat. Alhamdulillah udah agak baikan. Tapi penyakit ini kumat setelah 1 jam berjalan. Jadi, bokap nyokap (caiilah bahasanya) memutuskan untuk putar balik ke kota tempat tinggal. Yoweslaaaah. Bokap gue masih ngusahain supaya kita bisa pergi lagi besok.
       Pas besoknya, bokap pagi-pagi udah ke bengkel buat nyervis mobil. Dia bilang kalo misalnya jam 10 udah pulang kita berangkat lagi. Barang-barang aja belum diturunin, masih nongkrong di mobil. Dan ternyata eh ternyata, bokap pulang habis azan zuhur. Oleh karena itu, bokap nanyain sama gue dan kakak gue buat mutusin rencana tetep berlanjut atau ------ ga jadi.

       Keputusannya kita liburan di kota tercinta ini. Gapapa, liburan ga akan berhenti nyampe sini kok. Masih banyak kegiatan lain yang bisa kita lakukan untuk mengisi liburan ini. Sooookk, karena ga jadi ke Lampung, tempat kedua yang pengen gue kunjungin adalah Gramedia. Loh kok Gramedia? Katanya mau refreshing otak? Tenang-tenang, jangan berprsangka buruk dulu. Gue ke sana karena komik yang gue tunggu-tunggu baru aja keluar tanggal 4 Januari kemaren, hari dimana gue dan keluarga putar balik dari kota tujuan liburan. Jadinya, kita ke Gramedia. Sesuai rencana, gue membeli komik Detektif Conan Vol 65 *pammeeeerrr wkwkw* Ini nih covernyaa..


       Selain beli komik gue beli novel juga. Kita beralih ke kakak gue. Beli apakah dia? ziiiiiiiiiinnnnggg ternyata kakak gue beli Manusia Setengah Salmon -nya Raditya Dika. Ckckck, akhir-akhir ini dia emang lagi kecantol sama hal ihwal yang berhubungan sama unsur komedi tak terkecuali novel ini. Padahal dulu, pas standup comedy belum terlalu terkenal seperti sekarang ini, gue ngajak kakak gue ini buat nonton standup comedy yang gue punya di plesdis. Tapi, ga ada jawaban. Dia malah acuh tak acuh. Yaudaaahhh. Ehh, pas beberapa hari yang lalu, kakak gue bongkar isi plesdis gue buat meng-copy lagu, dia liat file standup comedy itu. Sekilas percakapn yang terjadi =====
kakak : Sejak kapan punya file stand up comedy?
gue     : ?!?! *krik krik krik  (diam, tak bergeming,=w=, )
       Stop ngomongin masalah kakak gue, beralih ke bunda gue tercinta, membeli apakah dia? Tidak lain dan tidak bukan dan tidak tidak, bunda seperti biasa membeli buku resep. Asiiiik, bakal ada menu baru niiihh, hahaaayyy ^o^. Yaap, liburan ini akan dihabiskan dengan membaca, menonton, dan jalan bareng keluarga. Seruu kok *staycool*.

~o~o~o~o~o~o~o~o~o~o~o~o~o~o~o~o~o~o~o~o~o~o~o~o~o~

Yah begitulah cerita singkat di liburan yang masih tersisa sedikit ini. Semoga liburan season 1 tahun pelajarn 2011/2012 bermanfaat bagi kita semua, Amiin. Eh, ngomong-ngomong, postingan ini dibuat dalam jangka waktu sehari dari tanggal 6 Januari sampe tanggal 7. Serius ^^v. 1 hari yang bernilai kurang lebih 1 jam. Itu ceritaku, apa ceritamu?






Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Well, first I wanna say WELCOME JULY, hope be great for us ^o^
Then, Hello blog, long time no post, sorry I just see you and then I leave again without posting anything.
Yaaapp, hari ini saya mau posting tentang 7 hal yang berhubungan serta identik dengan diri saya. Silakan tinjau yaaa!!!

1. Rambut Panjang
Bagi yang belum mengenal saya, akan diperjelas. Saya anak cewek yang memiliki rambut lurus panjaaang sepinggang. Dulunya sihh melebihi itu, tapi dikarenakan tingkat pertama sekolah kami harus hidup di asrama sehingga saya potong supaya ga keribetan ngurusnya, hhe ;). Diawali sejak berumur 4 tahun ketika masih duduk di bangku TK, rambut belum begitu panjang tapi sering dijadiin berbagai gaya oleh my lovely bunda. Sooo, sayang banget kalo dipotong dan juga rambut panjang udah jadi tradisi turun-temurun keluarga. Hmm, jadi identik deh sama rambut panjang...

2. Merah vs Coklat
Inilah dua warna favorit saya. merah, udah sejak kecil seneng sama merah, hampir semua jenis merah aku suka (tapi ga yang norak) terutama merah marun, enak dipandang mata. Membawa kedamaian *ellleee. Hampir semua barang saya terdapat warna merah, mulai dari kotak pensil, ikat rambut, tas, rompi, dan banyak lagi. Next,  menyukai warna coklat diawali sejak membeli pakaian berwarna coklat dan dilanjutkian dengan beberapa aksesori lainnya. Ternyata warnanya manis juga, jadi seneng dehh...

3. Tas abu - abu
Tas berwarna abu-abu dengan bagian belakang berwarna hitam dilengkapi interior oren bertuliskan merk EXPORT di bagian atasnya telah saya miliki sejak SD kelas 6 dan menemani perjalanan hidup saya sebagai pelajar hingga sekarang kelas 1 SMA. Dengan keadaan baik-baik saja, hanya bagian interior yang telah saya corat-coret *sedikit sihh...

4. Angka 2
Yap! Saya anak kedua dari dua bersaudara. Dulu saya dan kakak saya pernah satu tingkat dalam TPA, dan saya selalu berada di peringkat 2. Tidak lain tidak bukan di bawah kakak saya. lalu, sejak SMP hingga SMA saya menduduki daftar nomor 2 pada absen, yaaah karena nama saya diawali dengan huruf A...

5. Komik
Ini hobi saya, MEMBACA KOMIK ^^ Akhir-akhir ini apalagi udah ga ulangan lagi rasanya ga bisa lepas dari komik kadang kebawa suasana sampe ketawa-ketawa sendiri. Saking seringnya baca komik, pas dikasih novel untuk dihabiskan jadinya bosen banget. Tulisan semua, jadi kesel disuruh namatin novel setebal 4 jari >.<

6. Jaket Putih
Ini dia jaket kebanggan yang paling sering saya pake kemana-mana. Walau sering dipake saya tidak lupa mencucinya berkala sesuai dengan kondisinya. Jaket ini berciri - ciri warna putih polos, interior penutup kepala bermotif bung kecil berwarna kuning, biru, hijau, bertuliskan NEVADA berwarna ungu di bagian kiri atas, dan juga menggunnakan kancing stainless bukan resleting...

7. Laptop Besar
The Last is..... Laptop bermerk TOSHIBA berukuran 16 inch yang sekarang udah bukan zamannya lagi make lepi gede-gede. Tapi, itulah adanya. Laptop yang lain udah pada kecil-kecil, bukan laptop lagi tapi notebook bahkan netbook. Namun saya tetep berthan dengan netbook raksasa ini. Sedikit bangga karena terdapat pendeteksi sidik jari sebagai security id-nya,,,

Telah tersebut diatas 7 hal identik dengan diri saya. Just want to share. Hal-hal inilah yang dapat mendiskripsikan sedikit banyak tentang saya.
So, What are the 7 things that can describe you?
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Suatu hal yang perlu diketahui jika kamu ingin mencapai puncak langit tertinggi, kamu tidak harus menguasai dunia karena kamu juga punya titik beku dimana orang lain akan memiliki titik puncaknya saat itu...
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Air Cawan Pangeran Uptonus Exomeda
karya : 'Amalia A . H .

            Keajaiban air. Bukanlah bir yang dapat memberikan kesenangan batin dan memabukkan bagi peminumnya, bukan juga minuman berkarbonasi yang memberi penyegaran, tapi hanya air putih seperti air biasa. Bedanya, air ini berwarna keunguan seperti memancarkan sinar ultra violet. Kebanyakan penduduk negeri ini percaya bahwa air itu memberi kebahagian yang paling dibutuhkan oleh peminumnya pada saat itu. Ada juga yang mengatakan, salah satu peminum air itu yang beruntung, akan dijadikan istri Pangeran Uptonus Exomeda jika perempuan.
            Air dari cawan Uptonus Exomeda ditemukan oleh sekelompok mahasiswa yang mengadakan penelitian ke Planet Uptonus Exomeda. Mereka menggunakan roket dengan laju delapan ratus triliun kekuatan cahaya yang baru saja diciptakan dan dijual bebas oleh NASA. Perjalanan mereka membutuhkan waktu lima hari, setelah akhirnya mereka menemukan air tersebut. Disebut dari Pangeran Uptonus Exomeda karena mereka mendapatkannya di sebuah lembah oase dan terukir kode didasarnya yang memberitakan bahwa pangeran sedang mencari istri. Lembah itu ditumbuhi berbagai macam tumbuhan yang berdaun ungu muda kehijauan. Tidak ada makhluk selain tumbuhan yang hidup disana.
            Dalam pelajaran astronomi, kami sempat membahas sedikit mengenai planet terbaru. Planet Uptonus Exomeda dianggap sebagai tempat tinggal manusia setelah klimaks pemanasan global saat bumi tidak dapat dihuni lagi. Bumi menjadi lahan tandus panas dan semakin hari bau gas dari dalam bumi semakin menyengat. Saat itu manusia memutuskan untuk pindah ke duplikat bumi yang baru saja ditemukan. Uptonus Exomeda mirip dengan bumi namun lebih sejuk karena masih banyak tumbuhan yang tumbuh dan tidak ada perusahaan yang menyebabkan pencemaran elemen lingkungan. Di sana  hanya terdapat perusahaan yang dimiliki keluarga Pangeran Uptonus Exomeda.
            Air ajaib itu tidak dijual secara bebas di pasaran karena jumlahnya yang tidak begitu banyak. Jika ingin membeli harus menghubungi salah satu mahasiswa yang membawa air itu ke bumi. Semua yang membeli harus minum di tempat dan di data. Saat stok air telah habis, sekelompok mahasiswa mulai mengirim satu persatu perempuan sebagai calon istri usulan mereka sesuai dengan pesan yang terukir. Terjadi kecurangan dimana-mana. Ada yang mengajak teman diam-diam, ada yang mencabut dan memetik tanaman di Uptonus Exomeda, ada juga yang menemukan oase tempat air itu berada dan minum sebanyaknya.
            Sebelumnya sekelompok mahasiswa sudah memberi peraturan bagi perempuan yang diluncurkan dengan roket kesana. Pertama, tidak boleh membawa siapapun, kedua tidak boleh membawa apapun saat kembali dari sana, dan ketiga tidak boleh menganggu kehidupan makhluk disana. Tentu saja pelanggaran banyak terjadi. Pangeran marah besar. Sekelompok mahasiswa penemu air ajaib itu dipanggil ke Uptonus Exomeda. Surat panggilan diberitahukan dengan pancaran cahaya membentuk kode rahasia astronomi yang hanya diketahui oleh ahli astronomi dan hanya dapat dilihat dengan teleskop.
Sekelompok mahasiswa itu mempersiapkan roket, dan alat-alat yang dibutuhkan. Mereka merasa takut juga senang karena sebenarnya mereka juga penasaran dengan rupa Pangeran Uptonus Exomeda itu.
            Mereka mendarat di tempat air ajaib itu mereka temukan. Salah seorang dari mereka bernama Epsilon menyeletuk, " Ayo kita berjalan ke arah timur. Tampaknya di sana terdapat semacam perusahaan atau mungkin istana. Siapa tau kita dapat bertemu dengan pangeran itu." Teman-temannya menyetujui. Mereka berjalan mengendap-endap memasuki tempat itu. Itulah perusahaan yang dimiliki keluarga Pangeran Uptonus Exomeda. Mesin-mesin yang ramah lingkungan memproduksi alat-alat yang dibutuhkan manusia dalam penelitian luar angkasa.
            Mereka masuk ke dalam kotak besar semacam lift tanpa tombol. Mereka tidak mengerti cara kerjanya. "Haduh, susah juga ya mau bertemu dengan pangeran itu!" keluh Penelope, satu-satunya perempuan dalam kelompoknya. Tiba-tiba lift meluncur dengan kecepatan tinggi. Mereka langsung berhadapan dengan seorang pria setengah baya. Tidak lain tidak bukan adalah Hansgretel, ahli satronomi asal universitas mereka yang tiba-tiba hilang bersama beberap ahli lainnya saat mereka masih di semester awal. Dialah Pangeran Uptonus Exomeda.
            Hansgretel mengngkapkan kekecewaanya atas tindakan makhluk bumi yang masih sewenang-wenang bertindak terhadap lingkungan. Padahal, lingkungan merupakan unsur penting dalam kehidupan. Pencarian calon istri merupakan alasannya untuk melihat apakah manusia akan ramah terhadap lingkungan yang baru. Hasilnya tidak. Jadi percuma saja jika manusia ingin mencri tempatsebgai pengganti bumi jika tidak ingin menjaganya. Tempat itupun akan hancur perlahan seperti bumi saat ini.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

About me

Stray -blogger. Anime-manga-dorama lover. Amateur wpap-er. Subber. Light up your world with colours and words.

Follow me!

  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • Google+
  • youtube

Categories

  • animasi
  • Biografi
  • Buku
  • Climate action
  • Daily chit chat
  • karyakuu
  • Komik/Manga/Manhwa/Webtoon
  • Lomba blog
  • Movie
  • musik
  • Newsflash
  • Pesona Indonesia
  • serial drama
  • tips and trick
  • Wonderful Indonesia

recent posts

Sponsor

Followers

Komunitas

Komunitas
Literasikk

Created with by ThemeXpose | Distributed by Blogger Templates