• Home
  • About
  • Contact
twitter facebook instagram

Magition

~~ The Magical of Human Imagination ~~


Wah, ini pas banget kalau diminta guru membuat karangan Bahasa Indonesia tentang liburan sekolah biar judulnya nggak melulu Berlibur ke rumah nenek. Yap! Kali ini, for the first time, kami mengadakan trip bareng sepersepupuan tanpa orang tua tentu saja, dengan tajuk Cucu Nekno Squad goes to Sumatera Barat. Drumrolls. Semua bermula ketika salah satu cucu nekno yang baru lulus SMP sudah bosan dengan masa penanggurannya selepas ujian sekolah.

Kurang lebih satu dekade lalu, trip persepupuan ini sudah pernah  dilaksanakan dengan sama-sama   menjelajani keindahan Sumatera Barat,  provinsi yang dianugerahkan keindahan alam seperti tidak ada habisnya. Hanya saja, masih disponsori para orang tua.  Bisa  intip keseruannya di sini.

Rapat Demi Rapat

Awalnya, ide camping ini hanya sampai di Jangkat saja dengan pertimbangan minim waktu dan biaya. Menyatukan pendapat  banyak kepala memang tidak pernah berjalan mudah. Muncul pula usul untuk mengubah tujuan ke Kerinci saja. Berkemah di area Rawa Bento dengan pemandangan Gunung Kerinci. Tanggung kalau ke Kerinci, gas langsung. Alahan Panjang. Begitulah kira -kira hasil rapat yang berlangsung hingga pukul 1 malam itu.

Pihak panitia inti (ceileh, panitia nggak tuh?!) yang tergabung dalam kepanitaan tak kasat mata ini adalah cucu nekno yang ikut trip dan sudah bekerja. Panita mulai bergerak dengan mendesain baju kaos seragam Cunek Squad. Yang tidak ikut berlibur pun juga sangat diperbolehkan memesan seragam resmi ini.

Rapat kedua dilaksanakan dengan fokus membahas moda transportasi. Kendaraan Hi-ace menjadi opsi utama dengan mempertimbangkan membawa bersama 12 peserta beserta semua perlengkapan perkemahan dan juga perlengkapan  pribadi. Yah, bayangkan saja,  dari 12 orang ini, 70% dari  keseluruhan adalah perempuan. Kebayang 'kan gimana rempong dan banyaknya barang yang bakal dibawa? Berbagai agen penyewa  mobil  Hi-ace telah dihubungi. Hanya saja, semua opsi yang tersedia melebihi budget yang ada.

Dalam rapat ketiga diputuskan untuk menggunakan 1 mobil pick up yang dapat ditumpangi 3 orang agar lebih leluasa membawa barang. Peserta sisanya akan menyewa 1 family car beserta supir yang on budget.

Persiapan Logistik



Adapun logistik yang kami bawa antara lain:
1. Kompor 1 tungku beserta gas 3kg
2. Kompor portable
3. Kompor bunga (untiuk memasakar)
4. teko masak air
5. Panci
6. Kuali
7. Kabel terminal (separjang mungkin)
8. Kabel terminal pendek
g. Speaker (Buat karaokean)
10. Telur 1 Karpet
11. Mie 1 Kardus (dengan berbagarasa)
11. Kopi sachet ( 1 renteng)
13. Minuman coklat Sachet (1 renteng)
14. Bubuk perbumbuan duniawi
(lada bubuk, bubuk bakso, bawang putih bubuk)
15. Minyak goreng
16. Galon air (2 bh)
17. Kursi bambu buat nongki cantik ( 2 bh)
18. Meja
19. Tenda untuk 4-5 orang (3 bh)
20. Minyak goreng 1 lt
21. Beras
22. Penanak nasi
23. Karpet/matras untuk alas di masing-masing tenda
24. Piring
25. Gelas
26.  Sabun cuci piring


Keberangkatan


Akhirnya, setelah berbagai rapat dilalui dan para pasukan sudah kembali dari perantauan perjalanan dimulai pada 4 Juli 2026. Mobil bertolak dari Sarolangun pada pukul 7 malam. Menjemput separuh pasukan di Bangko dan menyusun barang yang berabrek-abrek sembari membeli kudapan dan minuman untuk dikonsumsi selama awal perjalanan, Cunek Squad siap menuju sumatera Barat pukul 22.40 WIB.

Perjalanan

Udara dingin mulai terasa saat menempuh Kabupaten Sawahlunto. Hal ini bertolak belakang dengan antrian pom bensin. Kami tidak menyangka jika pembelian BBM semakin sulit saat masuk Provinsi Sumatera Barat. Terutama jika lewat tengah malam, SPBU sudah tutup namun antrian mobil menjalar hingga berkilo-kilometer. Mobil pick up  ini  pun terpaksa membeli bensin ketengan agar tetap  berjalan. Selama perjalanan pun ada sebagian jalan yang sedang diperbaiki sehingga berlaku buka-tutupjalan.  Syukurlah karena kami menempuh di  malam hari   sehingga  antriannya tidak begitu lama.

Sebelum  pukul 5 pagi, kami beristirahat di Solok sembari menunggu subuh. Rumah makan Huller Mama selalu menjadi pilihan. Kamar mandi yang banyak dan tertutup, mushola yang memadai,  tempat makan yang juga besar, dan terutama tersedia  terminal listrik  hampir  di setiap meja membuat resto satu ini tidak  pernah sepi pengunjung. Walau dengan fasilitas  yang lengkap untuk para pejalan jauh, harga makanannya tidak  selangit. Sebenarnya, ini  lokasi yang pas  untuk mandi dan berganti pakaian namun karena kami berpisah jauh dengan   mobil satunya, niat tersebut  diurungkan.

Selesai istirahat sejenak,  perjalanan berlanjut dengan menuruni punggung Bukit Barusan via Sitinjau Lauik Road, elee. Pemandangan yang begitu asri diiringi dengan belokan tajam, kontur jalan yang curam, berselisih dengan mobil tangki minyak atau fuso pembawa barang, semakin memicu adrenalin karena pengingat bensin mobil pick up sudah berkedip. Haha. Dengan berakhirnya jalanan ekstrem tadi menandakan kita sudah dekat sekali dengan Kota Padang. Eits,  jangan lupa isi bensin di SPBU yang tepat berada di bawah  roller coaster mobil tadi.

Mobil sudah siap,  giliran para penumpang menyiapkan diri. Melipir di masjid besar di pinggir jalan untuk membersihkan diri  dan berganti pakaian dengan seragam andalan. Kadang komedi sendiri yang menghampiri hidup ini. Mobil pick up yang kami tumpangi diarahan untuk parkir  di luar halaman masjid. Selidik punya selidik, Bapak tukang parkir  mengira mobil ini membawa barang jualan. Kebetulan masjid yang agak besar dan berada di pinggir jalan ini memang lokasinya dekat pasar. ToT.  Kami pun menjelaskan maksud dan tujuan kami hingga akhirnya diarahkan untuk dapat parkir di halaman masjid. Bayangkan saja,  mau bongkar muatan yang isinya pakaian di tengah pasar. LOL. Tak lupa menunggu para gadis berias diri yang memang memakan waktu lumayan lama ya guys ya. Untung diri ini nggak sampai ketiduran.  Yosh! Siap menuju destinasi pertama.

Pantai Nirwana



Pantai Nirwana menjadi babak pertama dari keseluruhan rangkaian Cunek Squad Goes to Sumatera Barat ini. Untuk menuju Pantai Nirwana, kita tidak perlu memasuki Kota Padang. Belok kiri di pertigaan Pasar Bauang, ikuti rambu-rambu yang ada menuju Teluk Bayur yang terkenal itu kemudian tidak berapa jauh dari sana. Pantai Nirwana identik dengan  hamparan pohon kelapa di  garis pantai hingga di daratannya. Begitu pula terumbu karang yang banyak ditemui di penggir pantai. Air lautnya yang lumayan tenang dan tidak begitu dalam, cocok bagi yang mau bermain air atau mandi.



Kami tiba sekitar pukul 10.00 WIB dengan membayar  tarif IDR20.000 per orang,  tidak termasuk biaya parkiar. Sayangnya, cuaca kurang mendukung.  Langit tampak tidak begitu ceria, meski begitu, tidak mengurangi keseruan kami menghabiskan waktu bersama. Yah, walaupun harus angkat bentang karpet karena kadang gerimis kadang reda. Akhirnya awan menumpahkan isinya saat azan Zuhur berkumandang. Tenang saja karena fasilitas di pantai ini dilengkapi dengan masjid, toilet, dan kamar mandi untuk bilas yang nyaman. Usai mendirikan solat, kami kembali membentang karpet andalan untuk menyantap nasi bungkus sebagai menu makan siang hari ini. Wah, memang harus makan sedikit lebih cepat karena langit mulai bergemuruh.  Hujan makin deras dan kami meninggalkan Pantai Nirwana menuju Alahan Panjang. Cukup sekian dulu, ya! Nanti disambung dengan postingan Alahan Panjang.




Share
Tweet
Pin
Share
No komentar


SINOPSIS

Oomori Rika, seorang pegawai baru perusahaan distribusi buku ditempatkan di Cabang Osaka setelah menjalani pelatihan yang diwajibkan. Sebagai gadis yang sedari lahir hingga tamat kuliah menghabiskan seluruh hidupnya di Tokyo, Rika menghadapi tantangan besar untuk hidup di lingkungan baru. Beradaptasi dengan suasana dan kebiasaan baru menjadi PR besar bagi Rika yang pertama kali menginjakkan kaki di Osaka. Orang-orang Osaka dianggap kasar, lebih bar bar, dan lebih nyentrik. Tidak hanya itu, pada dasarnya Rika bukanlah pecinta buku. Bagaimana ia menjajakan buku padahal sendirinya tidak begitu paham?

Seandainya bernasib sial, buku-buku itu akan dipotong-potong dan terlahir kembali sebagai tisu toilet. Hidup memang seperti itu, tetapi tetap saja aku merasa agak tertekan.

Sebuah kesalahan dibuat Rika membuatnya dipanggil oleh Kepala Divisi. Rika yang merasa tertekan dengan pekerjaaan baru dan cara hidup yang baru pun mengeluarkan emosinya. Kepala Divisi berinisiatif menginstruksikannya ke Toko Buku Kobayashi. Bertemu dengan Yumiko Kobayashi, sang pemilik toko buku kecil tua di dekat pusat perbelanjaan Amagasaki menjadi oase bagi Rika. Kisah yang diceritakan Yumiko dengan tenang namun menarik memberikan pencerahan bagi gadis yang sedang kalut ini.

Energi positif yang dihaturkan lewat ketenangan cerita Yumiko mengubah Rika dalam melakukan pekerjaan. Lambat laun, Rika mulai menyadari candaan kasar yang ia terima saat awal tiba di Osaka merupakan bentuk pengakraban. Kini ketika dilanda kebingungan, Rika akan kembali ke Toko Kobayashi, mendengarkan cerita Yumiko, oase dalam perjalanan hidupnya.

Sosok Yumiko Kobayashi diambil dari tokoh nyata. Begitu pula dengan Toko Buku Kobayashi yang menjadi latar utama. Tetsuya Kawakami sebagai penulis buku ini pernah bertemu langsung dengan beliau. Tutur kata Yumiko lewat ceritanya yang membawa energi positif inilah yang ingin disebarluaskan penulis.



ULASAN

Membaca buku ini bagai dipeluk dengan hangat, dinasihati dengan lembut tanpa menggurui. Tetsuya Kawakami berhasil menghadirkan kehangatan Yumiko dalam tulisannya. Pembaca pun juga ikut tersedot dalam kisah Yumiko. Bukan kebahagiaan yang meriah, buku ini membawa ketenangan, bahwa kebahagiaan juga didapatkan dalam ketenangan. Tidak heran jika banyak alumni buku ini langsung ingin mengunjungi Toko Kobayashi dan berjumpa dengan Yumiko-san. Sama seperti Rika, semoga kita dapat menemukan semangat dalam menjalani pekerjaan dengan tekun dan ikhlas.

Setelah membaca buku ini, satu hal yang paling saya sadari. Suasana dan antusiasme membaca buku di Jepang berbeda dengan Indonesia. Toko buku hadir hingga kota kecil di Jepang sedangkan di Indonesia, tidak ditemukan toko buku bahkan di pusat kabupaten. Hal itu semakin saya rasakan sebagai orang yang lahir dan besar di Palembang kemudian bekerja di daerah kabupaten. Akses minim terhadap buku ini dapat menjadi faktor rendahnya literasi di Indonesia. Meski dilanda jual beli online, Toko Buku Kobayashi masih bertahan hingga sekarang menandakan bahwa kehadiran toko buku dan dukungan para pelanggan setia yang senantiasa terus menerus membaca dan membeli bahan bacaan menunjukkan perbedaan kebiasaan membaca.

Di dunia ini ada begitu banyak toko buku. Bisnis kita berjalan karena pelanggan yang membeli produk kita. Dengan melakukan layanan seperti itu, akan selalu ada pelanggan yang membeli, maka apa pun yang terjadi, kita harus menundukkan kepala sambil mengucapkan terima kasih. Tidak ada yang namanya terlalu bersyukur.

Bertemu dengan orang yang memiliki hobi yang sama juga dapat menumbuhkan rasa suka cita yang tak ternilai. Saling merekomendasikan buku favorit pada sesama peminat buku menjadi hal yang langka.

Sekali lagi, aku sadar bahwa buku tidak hanya bisa dinikmati sendirian. tetapi juga bisa menjadi alat komunikasi yang cemerlang, Jika digali lebih jauh, bisa jadi akan melahirkan model bisnis baru yang dapat mengubah masyarakat




REKOMENDASI

Buku ini cocok direkomendasikan pada orang yang baru mau menjadikan membaca buku sebagai hobi seperti Rika-san yang baru mulai menumbuhkan minatnya pada buku setelah bekerja di dunia penerbitan. Halamannya tidak banyak, bukunya tidak tebal. Cocok sekali untuk pandangan pertama jatuh cinta pada buku. Dan buat kamu yang sudah suka membaca buku, buku ini akan membuatmu lebih jatuh cinta lagi pada buku.

Selain itu, mengikuti kisah Rika, buku ini cocok dibaca bagi kamu yang mendapatkan pekerjaan baru, dipindahkan, atau bahkan pertama kali merantau karena pekerjaan. Sedikir banyak kamu akan mendapatkan motivasi dari kisah Yumiko yang diimplementasikan oleh Rika.

Entah itu tentang pekerjaan, perusahaan, maupun orang-orang di sekitar, carilah sesuatu darinya yang bisa membuatmu jatuh cinta, satu demi satu. Secara alamiah, kau akan semakin penasaran. Kau bisa menerapkannya pada apapun. Sudah jadi jodohmu bekerja di Daihan, tapi semua akan percuma kalau kau tidak menyukai pekerjaanmu, perusahaanmu, dan orang-orang di sekitarmu.

Bagi saya sendiri, buku ini menetralisir pikiran dengan menghadirkan kehangatan  setelah membaca Malice yang dipenuhi kebencian di akhir.



Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

 



Baca Malice karena sebelumnya sudah baca The Newcomer. Katanya, lebih baik tuntaskan sesama series Kaga dulu baru lanjut baca novel Keigo Higashino lain. Berdasarkan urutan terbit, Malice yang dalam bahasa aslinya berjudul Akui memang lebih dulu. Kaget juga, ternyata Akui dan Aku lahir di tahun yang sama, 1996. Sebuah kebetulan yang mengejutkan, haha XD. Terdapat 9 novel yang tergabung dalam kisah Detektif Kaga namun yang diterjemahkan dalam bahasa kita baru 2 ini. Nggak papa, nikmatin saja.

SINOPSIS




Cerita bermula dari seorang penulis buku anak bernama Nonoguchi Osamu yang mengunjungi rumah sahabatnya, Hidaka Kunihiko, sebelum sahabatnya ini pindah ke Kanada. Malam setelah pertemuan ini, Hidaka Kunihiko, sang novelis terkenal ditemukan tidak bernyawa di ruang kerjanya. Yang menemukannya tidak lain dan tidak bukan sahabatnya sendiri, Nonoguchi bersama istrinya, Hidaka Rie.
Tidak lama bagi Detektif Kaga untuk menemukan pelakunya. Bersama dengan timnya, kepolisian berhasil meringkus pelaku sekaligus bukti.

Satu-satunya misteri yang belum terpecahkan adalah motif tindakan pelaku. Ditambah lagi, Kaga mengenal secara pribadi si pelaku tersebut karena pernah bekerja di tempat yang sama, sebagai guru. Kini, Kaga berfokus mencari tahu kenapa pembunuhan tersebut bisa terjadi. Detektif Kaga sampai harus mengulik masa lalu dua sahabat yang mengaku sudah akrab sedari kecil itu, oleh salah satu pihak, karena pihak satunya adalah korban. Pantang menyerah, Kaga menyelidiki orang-orang yang mungkin mengenal atau mengetahui mereka di masa lalu. Pertarungan Kaga vs Pelaku ini menjadi pertarungan sengit yang memang mempertaruhkan ketangguhan dan intuisi Kaga sebagai detektif.




ULASAN

Novel ini menghadirkan pola penyampaian cerita yang unik. Satu dari sudut pandang Nonoguchi Osamu dalam bentuk catatan dan satunya lagi dari sudut pandang Kaga Koichiro yang berbentuk monolog. Percakapan hanya hadir dalam paruh pertama isi buku.

Berbeda dengan The Newcomer yang menghadirkan banyak tokoh sampingan di awal cerita, Malice menuntaskan kasus hanya dalam beberapa bab awal. Bahkan pembaca tidak perlu repot menebak ke sana kemari. Pembaca digiring untuk menebak kemana cerita ini akan bermuara karena semua yang dibutuhkan untuk menjatuhi hukuman pada pelaku sudah lengkap. Pembaca diombang-ambing dalam satu per satu kisah yang terungkap. Pesan saya hanya satu, tolong baca buku ini sampai tuntas. Dengan begitu, kalian akan memahami mengapa buku ini diberi judul Malice atau Akui yang berarti kebencian hingga membuat bulu kuduk merinding.

Yah, jika dalam suatu cerita terdapat dua tokoh penulis, biasanya salah satunya merupakan ghost writer. Inilah yang menjadi landasan awal pelaku mengembangkan imajinasi liarnya. Saya sebut Keigo Higashino-sensei ini cukup berani membahas tentang ghost writer, topik yang sensitif untuk penulis.





Keigo Higashino memang cerdas dalam menciptakan karakter Kaga Kyoichiro. Ia melahirkan tokoh detektif yang tidak menonjolkan kepintaran dan pengetahuan layaknya Sherlock Holmes melainkan menonjolkan sisi humanis yang biasanya malah jadi kelemahan di kebanyakan tokoh dengan profesi ini. Meski begitu, intuisi khas detektif yang mencurigai segala hal masih ditanamkan pada detektif satu ini. 



Share
Tweet
Pin
Share
No komentar



Pembunuhan di Nihonbashi jadi novel karya Keigo Higashino pertama yang saya baca. Terlebih dulu sudah menikmati karya Keigo Higashino-sensei secara tidak langsung lewat adaptasi film Toko Kelontong Namiya yang sangat heart warming itu.

The Newcomer yang dialihbahasakan menjadi Pembunuhan di Nihonbashi ini merupakan salah satu dari dua novel dengan tokoh utama Detektif Kaga. Banyak pembaca yang menganggap buku ini membosankan. Bagi saya, caranya saja yang unik dan berbeda. Meskipun bergenre misteri, novel ini memiliki penyampaian layaknya slice of life. Tidak seperti novel misteri biasa, pendekatan yang dilakukan Detektif Kaga mengalir alami dengan kehidupan sehari-hari.

Alur novel ini terkesan santai. Cocok dibaca ketika ingin melepas penat sepulang kerja meskipun yang dibahas adalah kasus serius, seorang wanita ditemukan tewas tercekik di apartemennya.



Tokoh yang muncul cukup banyak karena kemungkinan pelaku yang luas. Alih-alih membahas korban ataupun rincian kejadian, bab pertama dimulai dengan mengisahkan kehidupan gadis penjaga toko senbei milik keluarganya. Berlanjut pula bab-bab selanjutnya yang menguak kehidupan manusia dari berbagai latar. Begitulah pendekatan yang dilakukan Detektif Kaga untuk menyeleksi alibi penduduk distrik Nihonbashi yang mungkin berhubungan dengan korban. Ya, tidak salah lagi. Kaga Kyoichiro si detektif pendatang baru itu memang sedang melakukan penyelidikan. Saat melakukan introgasi dan pengamatan yang pun ia masih sempat menyelesaikan  masalah keluarga tokoh yang diwawancaranya. Setiap latar pun dideskripsikan sedetil mungkin. Pembaca layaknya diajak berkeliling distrik Nihonbashi sepanjang cerita.

"Pekerjaan penjual mainan adalah menjual mimpi, dan itu harus dilakukan dengan perasaan gembira. karena itulah saya tak mau mendengar kisah-kisah buru


Tidak ada keterburuan-buruan dalam penangkapan pelaku seakan mereka yakin saja pelaku tidak akan kabur. Jarang sekali menemukan tokoh detektif yang menyelesaikan kasus dengan membawa perasaan manusia ke dalam prosesnya. Keigo-sensei menciptakan tokoh detektif yang langka lewat karakter Kaga dengan tidak menonjolkan kepintaran ala tokoh detektif melainkan sisi humanis namun tidak meninggalkan intuisi khas detektif. Pendekatan inilah yang membuat Shinzanmono, begitu judul asli novel ini, cocok bagi pemula yang baru mau terjun ke dalam genre seperti ini.

Berbeda dengan umumnya, novel misteri biasa memunculkan informasi kejadian beserta para tersangka yang kemudian pembaca digiring menebak siapa pelakunya. Kali ini, Keigo-sensei menghadirkan cara yang berbeda. Bahkan pembaca saja tidak disuguhkan dengan informasi mengenai kasus yang terjadi di awal cerita. Siapa korban? Apa pekerjaan korban? Dimana lokasi kejadian? Bagaimana korban bisa tewas? Siapa yang menemukan korban pertama kali? Semua pertanyaan itu tidak serta merta hadir, melainkan terjawab satu per satu hingga akhir kisah. Penyelesaian kasus semakin lamban karena kepolisian sama sekali belum menemukan bahkan mengetahui senjata yang digunakan pelaku.

"Bahwa memang seperti itulah anak-anak. Mereka selalu mengira bisa tumbuh besar dengan kekuatan mereka sendiri dan begitu saja melupakan betapa orangtua mereka selama ini melindungi mereka




TRIVA

Buku fiksi yang aslinya, Shinzanmono yang terbit tahun 2009 ini dianugerahkan sebagai  The Best Japanese Crime Fiction of the Year. Oh iya, sedikit informasi saja kalau novel ini sudah ada adaptasi live action-nya dalam bentuk serial 10 episode  yang tayang tahun 2010 lalu di Jepang. Aktor kawakan yang hingga saat ini masih berkarya di dunia perfilman Jepang yakni Hiroshi Abe yang menghidupkan tokoh Kaga dalam dunia nyata.

Terima kasih pada penerjemah dan Gramedia Pustaka Utama , akhirnya kami dan kita bisa menikmati terjemahan karya penulis luar juga, huhu. Kita sudah sejauh ini /terharu.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar


Tampilan BRImo

Kalau bicara soal BRI, yang paling terbekas dalam ingatan saya yaitu Simpedes-nya. Simpanan Pedesaan atau disingkat Simpedes ini pernah dibahas dalam maata pelajaran IPS saat masih SD. Ternyata, Simpedes sendiri telah diluncurkan sejak tahun 1984. Sejatinya, BRI atau Bank Rakyat Indonesia telah melayani masyarakat Indonesia sejak berdiri tahun 1895.  Simpedes sebelumnya bernama Kredit Umum Pedesaan (Kupedes) merupakan bukti nyata bahwa BRI telah menjadi bank yang paling dekat dengan masyarakat hingga pelosok sejak dulu hingga kini.

BRI memang hadir hingga ujung masyarakat. Hal ini bedasarkan pengalaman pribadi saya sendiri. Saat ini, saya bekerja di daerah kategori sangat terpencil. Sebagai perpanjangan tangan Kementerian Kesehatan di daerah pelosok, kerja keras kami ini dibayar melalui rekening BRI setiap bulannya. Awalnya, rekening kami dibuat oleh Kemenkes yang bekerja sama dengan BRI pusat. Namun, buku rekening dan kartu atm yang belum tiba membuat kami pun bingung untuk menarik uang. Digitalisasi BRI ini sungguh sangat menolong. Tanpa harus memiliki kartu atm, kita dapat langsung mengaktifkan BRImo dengan menggunakan notifikasi pembuatan rekening yang masuk lewat email atau pesan lewat nomor ponsel yang telah didaftarkan. Layanan tarik tunai tanpa kartu pun dapat menjadi pilihan. Meski buku tabungan dan kartu atm belum dalam genggaman, tetap bisa dapat gaji, dong. BRI memang bestie sejati!


Semua menjadi mudah karena BRI terus mengembangkan diri mengikuti zaman untuk tetap setia menjadi bestie masyarakat. Salah satunya dengan melakukan digitalisasi layanan BRI ini. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, digitalisasi berarti proses pemberian atau pemakaian sistem digital. BRI pun mengupayakan semua urusan perbankan hadir dalam bentuk konvensional maupun digital (hybrid bank). Digitalisasi berkembang pesat apalagi sejak pandemi Covid-19 dimana kita semua secepatnya beradaptasi dengan kebiasaan baru salah satunya mengurangi kontak fisik. Digitalisasi hadir sebagai solusi masalah ini. Tak hanya itu, digitalisasi perbankan atau digital banking memenuhi kebutuhan dan keinginan masyarakat yang selalu ingin melakukan transaksi dengan aman, mudah , dan ringkas.

BRImo: LAYANAN ANDALAN DIGITALISASI BRI

Ilustrasi berbagai fitur di BRImo
Ilustrasi fitur di BRImo


BRImo merupakan layanan digitalasi BRI yang paling unggul dan difavoritkan. BRImo sendiri merupakan pembaruan dari BRImobile. Konsep mudah, ringkas, dan aman benar-benar diterapkan dalam aplikasi mobile banking milik BRI ini.

Aman

Penggunaan sistem sidik jari (finger print) dan pengenalan wajah (face recognition) menjadikan BRImo aplikasi yang tentunya aman. Buat yang sering lupa username dan password tidak perlu khawatir lagi. Jika tiba-tiba ponsel menghilang, BRImo tidak akan mudah diakses karena akan otomatis keluar sendiri meski tanpa dikeluarkan dengan sengaja karena akses terhadap aplikasi BRImo ini berbasis OTP (One Time Password).

Mudah

Aplikasi BRImo dapat kamu instal sendiri dari Playstore. Pembuatan akunnya pun mudah. Seperti cerita saya di atas, cukup siapkan data diri dan nomor rekening, scan KTP, hingga foto diri, akunmu sudah siap. Jika terdapat kendala, segera hubungi customer service BRI.

Cara penggunaannya pun mudah. BRImo menggolongkan transaksi berdasarkan kategori yang memudahkan pengguna. Bahkan tanpa tutorial pun sepertinya cukup mudah dimengerti. Tinggal klik klik, transaksi beres dalam hitungan detik.

Ringkas

BRImo menggabungkan mobile banking, internet banking, dan uang elektronik dalam satu aplikasi. Predikat Super Apps dan financial superstore pun melekat padanya. Kehadiran lebih dari 100 fitur di dalamnya membuat para nasabah betah menggunakan BRI. Tidak hanya transfer uang dan tarik tunai tanpa kartu, kamu juga bisa mengisi saldo e-wallet. Fitur untuk mendukung UMKM juga tersedia lengkap di sini. Fitur ini digolongkan dalam berbagai kategori yang membuatnya ringkas ekaligus mudah diakses.

SERATUS FITUR BRImo

1. Fitur Favorit



Transaksi yang paling sering kamu gunakan masuk dalam kategori fitur favorit. Kategori ini hadir karena BRImo menggunakan teknologi yang berasarkan User Interface dan User Experience.

2. Laporan Keuangan



Laporan Keuangan membantu nasabah melakukan Personal Financial Management (PFM) dalam menginformasikan jumlah pemasukan dan pengeluaran yang dilakukan selama bertransaksi menggunakan BRI. Buat kamu yang lupa uangmu dipakai dan didapat kapan dan dari mana saja dapat kamu lihat di fitur Catatan Keuangan ini. Transaksi yang lebih lama dapat kamu lihat di Mutasi. Hebatnya, fitur Mutasi ini dapat menilik semua transaksi hingga 1 tahun terakhir, loh!

3. Transfer dan Tarik Tunai



Kategori ini berhubungan dengan pemindah bukuan keuangan yang terdiri dari  fitur: Konversi Valas, QR Pedagang, Setor Tunai dan Tarik Tunai tanpa Kartu, Transfer hingga Transfer Internasional.

4. Top Up



Memang sudah menjadi Bestie, BRI pun paham kebutuhan hobi nasabahnya yang dipenuhi secara digital. Para penggemar belanja, Top Up dompet digital (e-wallet) tentu menjadi favorit. Para penggemar film maupun drama, Top Up voucher Streaming menjadi pilihan utama. Untuk para gamer tentunya juga mendapatkan fitur bermakna yakni Top Up Voucher Game. Seriang keluar masuk pintu tol? Top Up Brizzi juga hadir bagi kamu yang sering melakukan transaksi dengan e-money. Eits, kehabisan pulsa saat perlu telepon mendadak, Top Up Pulsa/Data juga tersedia. Hidup jadi lebih mudah dengan BRI, bukan?

5. Tagihan



Transaksi kebutuhan rumah tangga dapat diselesaikan lewat satu pintu, apalagi kalo bukan BRImo. Pembayaran listrik, PDAM, Pendidikan, NPMB, Telkom, tagihan TV Kabel dan internet, tagihan kartu kredit, hingga pembayaran asuransi semua dapat dilakukan di aplikasi finansial superstore satu ini.

6. Investasi



Fitur ini cocok banget buat para investor terutama menyasar investor muda yang melek teknologi. Reksadana, Surat Berharga Negara (SBN), hingga investasi emas bisa kamu lakukan melalui BRImo. Siapkan informasi data diri dan pekerjaanmu maka kamu akan terdaftar enjadi investor SBN. Tenang saja karena ini SBN, tentunya sudah dijamin oleh pemerintah.

7. Iuran dan Donasi



Buat kamu yang tidak punya waktu mau berbagi rezeki, fitur Donasi dapat menjadi perpanjangan tangan. Pembayaran iuran bulanan BPJS juga termasuk dalam kategori ini.

8. Perjalanan



Selalu manjakan hobi nasabahnya, BRImo menyediakan fitur pembelian tiket perjalanan jauh dengan moda transportasi darat. Mari kita tunggu BRI untuk segera mengembangkan fitur satu ini agar lebih mudah membeli tiket pesawat hingga kapal, hehe.

9. Pajak & Retribusi



Warga negara yang baik adalah yang taat membayar pajak. Tidak perlu ribet karena dapat dilakukan lewat ponselmu di aplikasi BRImo.
Mungkin banyak nasabah yang bingung, apa sih fitur Penerimaan Negara? Berdasarkan pengalaman pribadi, fitur ini berguna ketika harus membayar pendaftaran maupun perpanjangan STR, cukup pilih fitur ini  kemudian masukkan 15 angka kode billing yang biasanya diberitahukan di e-mail yang telah dimasukkan.

10. Produk BRI



BRI dikenal sebagai Pahlawan UMKM di Indonesia dan bukan hanya isapan jempol belaka.  Kemudahan yang dihadirkan BRI membuat pengusaha UMKM tidak perlu ragu untuk mengembangkan usahanya. BRI lewat fitur Ceria akan siap memberikan pinjaman modal hingga Rp20 juta dengan tenor maksimal 12 bulan. Ceria juga memfasilitasi tren transaksi saat ini yang membeli barang terlebih dahulu dan dibayar dengan cicilan atau buy now pay later.

Tidak sebatas itu, BRI mempermudah pemilik usaha untuk menjadi merchant BRI yang dapat didaftarkan hanya lewat BRImo. Dengan menjadi merchant BRI, para pelanggan punya pilihan cara membayar. Bagi yang lebih senang transaksi cashless dapat menyelesaikan pembayaran dengan scan QR Code. Semua cara dilakukan BRI Untuk Indonesia tercinta.


Grafik pengguna BRImo hingga tahun 2022 (Sumber: www.ir-bri.com)


Dengan keamanan, kemudahan, dan keringkasan yang dihadirkan, BRImo telah memiliki 23,85 juta user terhitung sejak diluncurkan Februari 2019 hingga tahun 2022 meningkat pesat dari tahun sebelumnya. Peningkatan ransaksi, volume, hingga pengguna BRImo dapat dilihat dalam grafik di atas. Peningkatan ini menunjukkan BRImo memang bikin nasabah betah bertransaksi.

BRILink : INOVASI DIGITALISASI PERBANKAN

Ilustrasi Agen BRILink (Sumber: https://brilink.bri.co.id/)

Terobosan yang hanya dilakukan oleh BRI untuk mencapai layanan perbankan langsung di masyarakat pedesaan dan pelosok adalah Agen BRILink. Kehadiran Agen BRILink ini menjadi perpanjangan tangan BRI dalam melayani masyarakat untuk melakukan transkasi perbankan secara real time online. Bisnis agen bank ini menggunakan konsep sharing fee dan tanpa modal. 


Salah Satu Agen BRILink di Pedesaan (Dokumentasi Pribadi)

Kehadiran Agen BRILink ini membantu masyarakat terutama masyarakat pelosok pedesaan yang memiliki keterbatasan akses baik untuk akses layanan digital BRI seperti BRImo atau pun layanan konvensional BRI seperti ATM Center dan Bank. Agen BRILink menjadi solusi bagi permasalahan masyarakat yang biasanya muncul di daerah pelosok dan pedesaan seperti:

1. Keterbatasan akses layanan digital akibat keterbatasan jaringan
2. Masyarakat tidak terbiasa cashless
3. Masyarakat terutama berusia paruh baya sulit berlajar menggunakan BRImo
4. Jarak menuju ATM center atau Bank jauh dari tempat tinggal



Transaksi dengan Agen BRILink (Dokumentasi Pribadi)

Inovasi agen bank ini pun meraih penghargaan sebagai The Banker Innovation in Digital Banking Awards 2023: Transformation Project. Hal ini sangat pantas diraih BRI karena pencapaian jumlah Agen BRILink hngga paruh pertama tahun 2023 sudah sebanyak 666.038 agen. Agen-agen ini tersebar di 59.205 desa yang berarti telah meliputi 80% dari total desa di Indonesia. BRI memang bestie seluruh kalangan masyarakat!

Tidak terlepas dari pengalaman saya sendiri yang saat ini bekerja di daerah sangat terpencil, kehadiran Agen BRILink sangat membantu kehidupan. Jarak yang cukup jauh dan waktu tempuh yang lama untuk menuju ATM Center maupun Bank yang terletak di pusa pemerintahan Kabupaten membuat kehadiran Agen BRILink menjadi kebutuhan yang berarti. Hanya saja, terkadang jumlah biaya administrasi yang tidak menentu membuat masyarakat bingung.

KESIMPULAN DAN SARAN

Setelah lebih dari satu abad berkembang dan maju bersama negri, BRI tetap akan terus berbenah diri untuk mempermudah masyarakat Indonesia. Kedepannya, diharapkan BRI dapat menambah fitur yang lebih bervariasi lagi di dalam aplikasi BRImo seperti pembelian tiket perjalanan via transportasi laut mau pun udara, menghadirkan lebih banyak aplikasi untuk voucher streaming, atau bahkan BRI dapat bekerja sama dengan berbagai pihak untuk menyediakan voucher seminar pendidikan untuk para pekerja dengan berbagai profesi dan latar belakang.

Selanjutnya, diharapkan BRI menetapkan biaya administrasi yang transparan untuk setiap Agen BRILink yang tentunya berada di bawah pengawasan langsung pihak BRI. Mari kita nantikan terbosan baru yang anti gagal dari bestie masyarakat satu ini!



Tulisan ini diikutsertakan dalam BRI Write Fest 2023


Sumber:
https://brilink.bri.co.id/
https://bri.co.id/
https://bri.co.id/en/web/ppid/detail-news?title=dukung-perekonomian-rakyat-bri-group-berdayakan-segmen-ultra-mikro-bangun-sharing-economy-agenbrilink
https://www.ir-bri.com/newsroom/c5328125b2_77ef9375f9.pdf
https://digital.bri.co.id/article/transformasi-digital-perbankan-bri-tren-disruptif-8qie
https://developers.bri.co.id/id/news/menilik-tren-pembayaran-digital-di-indonesia-dan-peran-briapi-di-dalamnya

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Older Posts

About me

Stray -blogger. Anime-manga-dorama lover. Amateur wpap-er. Subber. Light up your world with colours and words.

Follow me!

  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • Google+
  • youtube

Categories

  • animasi
  • Biografi
  • Buku
  • Climate action
  • Daily chit chat
  • karyakuu
  • Komik/Manga/Manhwa/Webtoon
  • Lomba blog
  • Movie
  • musik
  • Newsflash
  • Pesona Indonesia
  • serial drama
  • tips and trick
  • Wonderful Indonesia

recent posts

Sponsor

Followers

Komunitas

Komunitas
Literasikk

Created with by ThemeXpose | Distributed by Blogger Templates