• Home
  • About
  • Contact
twitter facebook instagram

Magition

~~ The Magical of Human Imagination ~~

Pada 29 Oktober lalu, kita mendapatkan kabar bahwa pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 610 jatuh di perairan Karawang setelah 13 menit take off dari Bandara Soekarno-Hatta (CGK) menuju Bandara Depati Amir (PGK). Sekali lagi, kita diterpa kabar menyedihkan dari dunia penerbangan. Membuat ketakutan untuk ikut lepas landas kembali menyelimuti. Gue mau cerita sedikit pengalaman terbang gue awal tahun lalu yang cukup berbekas hingga sekarang. Ini bahkan menjadi pengalaman paling mencengangkan selama 2018.

Kebetulan gue duduk di dekat pintu darurat namanya emergency exit seat. This is the first time for me sitting here. Saat check-in, penumpang bisa memilih tempat duduk yang diinginkan (Jujur gue baru tau, biasanya gue terima terima aja duduk dimana, kirain berdasarkan urutan...). Karena kami jarang naik pesawat, ntah berapa tahun sekali, maka lokasi tempat duduk di pinggir jendela itu penting, sang kakak menasihati, dengan tambahan--jangan dekat sayap pesawat, suapaya pemandangan dari langit ga kehalang aja. Ternyata udah penuh, yang tersisa hanya jendela yang dekat pesawat, yah gue sih oke oke aja. Never cross in my mind, sitting near the wing means sitting in emergency exit seat! Beners ih, logikanya deket sayap kan bisa jadi tempat keluar darurat, cuma emang ga kepikiran aja waktu itu. Pas naek ke pesawat barulah sadar akan keistimewaan bangku tersebut.

Keistimewaan Emergency Exit Seat antara lain, tempat kaki yang luas, dengan kata lain jarak dengan tempat duduk di depannya jauh. Wajar saja, katanya kalau penerbangan pagi, tempat ini diperebutkan. Kenyamanan. Namun, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi untuk duduk di bangku spesial ini. "Maaf ibu, anaknya udah di atas 14 tahun?" begitu kata pramugari bertanya pada Bunda yang kebetulan duduk di samping gue. Entah 14 tahun atau 18 tahun yang ia katakan, well, I'm twenties. Dateng lagi pramugari lain, "Maaf mbak usianya berapa?" Ini orang pada ragu apa yaa... Setelahnya si mbak pramugari mulai menanyakan kesediaan penumpang yang duduk berjejer di dekat jendela darurat. Gue sampe ditanyain lebih dari sekali "Kira-kira mbak sanggup dan bersedia membantu kami dalam keadaan darurat?" kurang lebihnya begitulah. "Kalau tidak sanggup bisa kita ganti tempat duduknya, ga pa pa." lagi si pramugari meminta ketersediaan. Ya gue sih merasa snaggup-sanggup aja karena gue memenuhi kriteria yang diharuskan walau tebersit sedikit keraguan karena mereka memastikannya berkali-kali. Yah, gue yakinkan semua akan baik-baik saja lalu membaca doa.

Berdasarkan CASR 121.585 dan UU No.1 Tahun 2009, berikut syarat yang harus dipenuhi penumpang yang ingin memesan tempat duduk khusus ini:
1. penumpang berusia lebih dari 15 tahun
2. Bukan orang dewasa yang membawa bayi/anak, ibu hamil
3.Bukan penumpang yang mempunyai keterbatasan gerak, pendengaran, penglihatan, termasuk penumpang obesitas/oversized (height & weight) dan penumpang lansia (usia lanjut).


Setelah kita di-briefing secara khusus mengenai cara membuka pintu darurat, ada pula kejadian yang cukup merisihkan. Salah satu penumpang dilarang ikut dalam penerbangan karena sedang hamil tua. Ya wajarlah ya, maskapai penerbangan 'kan selalu mementingkan keamanan para penumpangnya, ya nurut ajalah kalo ga dibolehin terbang. Eh, ini malah bikin penumpang lain tidak nyaman, bukan si ibunya sih yang protes tapi adiknya. Kalau perlu dipertegas saat pembelian tiket bahwasanya penumpang bukanlah ibu hamil yang melebihi berapa bulan gitu. Para staf memberikan pemahaman dan meminta ibu bersangkutan kembali ke bandara. Entah bagaimana memang pada akhirnya si Ibu tidak jadi ikut terbang. Memang awal tahun, Indonesia masih dalam musim hujan. Cuaca menjadi faktor penting yang dipertimbangkan saat lepas landas.

Lepas landas sekitar pukul 7. Cuaca di langit memang sedang hujan. Penerbangan alhamdulillah memang tidak berjalan begitu mulus tapi setidaknya kita aman dalam pesawat. Karena malam sebelumnya gue begadang dan belum sempet tidur sampe malam itu, gue pun udah pasang kuda-kuda buat tidur. Saat sedang memasuki REM pertama, kehebohan terjadi. Pesawat kami dipenuhi oleh rombongan ibu-ibu yang sedang berlibur bersama membuat kehebohan semakin menjadi. Pesawat bergerak naik dan turun dengan terjal. Berkali-kali seperti tersandung batu besar. Kecepatan yang terasa ada yang mengganjal. Hujan di luar ternyata semakin deras.  Bacaan ayat suci semakin menjadi-jadi memenuhi seantero ruang penumpang. Pilot menginfokan dengan mengonfirmasi bahwa hujan petir terjadi di langit Palembang namun semuanya dalam kendali. Tidak ada kerusakan pesawat. Jujur setidaknya itu harusnya membuat penumpang menjadi lebih tenang, tapi tidak pada faktanya. Pergerakan pesawat yang tidak biasa membuat ketakutan menyelimuti para penumpang. 

Pesawat tetap berada di atas langit Palembang berputar-putar kurang lebih 20 menit untuk menantikan waktu yang tepat agar bisa mendarat, begitu kata pilotnya. Lagi, pilot meyakinkan penumpang bahwa semuanya dalam keadaan terkendali. Ga adalah istilahnya gagak terbang terus nyangkut di puteran pesawat, ga ada itu. Dua puluh menit yang begitu mencekam bagi para penumpang. Yang gue lakuin, ya ikutan baca ayat suci tanpa mengelurkan suara sembari menyusun langkah-langkah untuk membuka pintu darurat ketika perintah itu diberikan. Gue bersiap-siap sebisa mungkin. Bunda memegang tangan gue udah dari tadi semakin kuat genggamannya ketika gerakan pesawat bergejolak, semakin kencang pula teriakan para penumpang. Kalau misalnya ada bayi dalam pesawat itu bisa bayangin gimana histerisnya tangisan anak kecil digabung dengan teriakan panik ibu-ibu. Wahai ibu yang diminta turun sebelum lepas landas, bersyukurlah, Tuhan masih baik padamu, Ikutilah peraturan yang ada, karena peraturan dibuat dengan landasan yang konkrit, ga ada lah peraturan asal buat. Bayangkan di tengah kepanikan lalu sang ibu kontraksi karena tekanan yang ia alami di pesawat. Sungguh ini bukan film. Dan syukurlah memang tidak terjadi.

Kurang lebih seperti waktu yang dijanjikan, 20 menit yang begitu kelam masa depannya itu berakhir. Alhamdulillah kami mendarat dengan selamat di bandara Sultan Mahmud Badaruddin II. Ucapan syukur berhamburna di udara. Hal yang dilakukan Bapak karena kebetulan orang yang membuat kerisihan sebelum take off duduk di sebelahnya adalah....kembali menegurnya. Pengalaman yang huft....lumayan membuatku takut untuk naik pesawat lagi LOL.

Sekian pengalaman paling berkesan tahun 2018 gue. Yuk share pengalaman berkesan kalian di tahun ini! Flashback dikit lah dengan apa aja yang udah lo lakuin selama satu tahun ini. Apakah sudah cukup memuaskan? Atau kebanyakan buang-buang waktu? 

Karena 1 tahun atau 365 hari itu sungguh sangat sebentar. Aliran waktu yang begitu cepat tidak akan terasa hingga kau memiliki karya sebagai bukti waktu yang dihabiskan.

Sumber: komik ReLIFE


Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Pagi ini, tiba-tiba tante tetangga sebelah dateng ke rumah, kayaknya lagi panik deh, nanyain kakak ada ga. Kebetulan kakak lagi ga di rumah. dan percakapan berlangsung menjadi...
T: Kalo adek bisa ga?
A: (pasang wajah bingung, mana sambil nyuci tangan)
T: itu ngetem (sambil meragain gaya nensi)
A: ooh tensi yaa, bisa tante
T: oh yaudah adek aja ya. Tante takut om ga bisa buka mulut, takutnya stroke, tolong ya.

Tante pulang. For the first time... Gue diminta nensi buat orang yang perlu penanganan cepat. Gue nyusul, yah masang sweater dulu untuk luaran baju tidur. Ini kan libur wajar dong kalo masih make baju tidur sampe jam setengah 8? Bawa perlengkapan macam tensi dan stetoskop. Ngeri juga diminta tensi buat orang stroke. Pikiran gue udah jalan aja ke arah ga karuan. Mana gue ga lihai lagi. Bisa sih cuma... is it gonna be alright?

Udah nyampe depan rumah tante, kok si om masih bisa berdiri dan aman aman aja kayaknya? Gue masuk rumah dan melakukan tahap pertama dalam komunikasi kedokteran dengan pasien yaitu anamnesa, karena ini lgsg ke om alias pasien bersangkutan disebut autoanamnesa.

Om dan tante pun bercerita dan dari apa yang gua tangkep kemungkinan ga bisa buka mulut itu penyebabnya dari masalah rongga mulutnya. Untung deh kasusnya ke situ, seenggaknya gue bisa kasih solusi dan sedikit penyuluhan alias saran-saran edukatif ke depannya. Kalo engga kan bingung juga mau gimana dan ngomong apa. Untung deh bukan stroke, dan semoga bukan yaa Om. Gewees yaa!

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Suatu ketika, temen nanya "Siapa Abu Nawas? Beliau Komedian yaa? atau cuma fiksi aja?"

Cerita Abu Nawas tidak asing bagi kita. Tingkahnya menimbulkan tawa dan cerita-cerita yang dikisahkan bersama dengan Sultan Harun Al Rasyid membawa nilai-nilai kehidupan. Dalam kelucuannya itu, ia melontarkan kritik tajam mengenai pemerintahan dan kekuasaan seperti korupsi, kesengsaraan, rakyat jelata, dll.

Sesungguhnya, Abu Nawas bukanlah tokoh fiksi semata. Dahulu kala memang ada tokoh bernama Abu Nawas yang begitu terkenal karena syairnya. Yap, Abu Nawas adalah seorang pujangga, seorang penyair. (Thanks to our ustadz for the information, then we searched it out). Abu Nawas merupakan ulama besar yang terkenal pada masanya dan berjiwa seni sehingga menghasilkan karya-karya berupa syair. Perkembangan ilmu seni salah satunya syair terjadi pada masa Abu Nawas. Sedangkan Sultan Harun Al Rasyid juga nyata. Beliau merupakan khalifah.

Nama lengkap Abu Nawas adalah Abu Ali Al Hasan bin Hani Al Hakami. Beliau memang hidup di masa pemerintahan khalifah Harun Al Rasyid di Baghdad pada tahun 806-814 M. Tokoh sufi ini terkenal akan kecerdasan dan kecerdikannya. Salah satu syair Abu Nawas yang terkenal berjudul Illahilasturil Firdaus (I'tirof). Syair ini pernah dinyanyikan penyanyi religi Indonesia, Haddad Alwi.

Versi Bahasa Indonesia syair ini pernah dinyanyikan oleh Haddad Alwi dan Sulis dengan judul Sebuah Pengakuan. Waktu pertama dikasih tau kalau ini syair Abu Nawas, ternyata dulu pas kecil sering dengerin tapi ga tau. Mungkin ada yang seumuran dengan saya pernah mendengar lagu ini dulu. Lagunya bikin merinding dan menyadarkan :")

Oh Tuhan, aku bukanlah ahli surga
Juga tak mampu menahan siksa neraka

Kabulkan taubat ampuni dosa-dosaku
Hanyalah Engkau pengampun dosa hamba-Mu

Dosa-dosaku tak terhitung bagai debu
Ya Illahi terimalah amal taubatku

Sisa umurku berurang setiap hari
Dosa-dosaku makin bertambah Ya Illahi

Hamba yang berdosa datang bersimpuh menyembah-Mu
Mengaku menyeru dan memohon ampunan-Mu
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Am I too cruel then I've got sorted to this house? At first, I thought that I will be sorted to Ravenclaw since I am a little bit weird as Luna even not intelligence as they are or maybe Huflepuff cause this house symbolize kindness and everyone should be wanted it. I've never mind if it would be Gryffindor, cause I love red.


Never crossed in my mind that I would sorted to Slytherin. I'm nust surprised. It doesn't matter cause I am the fan of Tom Felton who portrayed Draco Malfoy in the movie But, Tom Felton sorted to Gryffindor when he tried that pottermore sorting ceremony. Well, this article title exactly the tweet from Tom Felton fan and inspired him to make t-shirt design "Mind if I Slither in?"

As I surprised, I retook the sorting test, cause I wondered why I got Slytherin as I choose the left door from the last question. From the second one, I got Hufflepuff. I'm curious. I didnt change the way I answer the question. Hufflepuff and Slytherin was like opposite matter, wasn't it? Fyi, Rupert  Grint who portrayed Ron Weasley also sorted to Hufflepuff.


So, if you ask me what house I belong to? Then I will answer it is Sltytherin, and Hufflepuff in the second. I realized that most of my friend got Gryffindor, and yeah I'm proud to be slytherin. It seems not too common.

Yap it was too late to take sorting ceremony in case harry potter has been ended few years ago. But, Harry Potter is booming up (again) now! Harry Potter prequel, Fantastic Beast and Where to Find Them will be premiere on Europe this November. and yep! dont forget about the book released a few months ago, Harry Potter and the Cursed Child was on the stage a few days ago.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Well well, lets build up this blog again!

Beberapa hari lalu, tepatnya 9 Maret 2016, udah tau kan ada fenomena alam terjadi di 12 kota di Indonesia? Nah, salah satu kota terpilih itu Palembang. Jadi gini, gue cuma mau bagi-bagi cerita tentang gerhana matahari total atau yang dalam bahasa kecenya total solar eclipse.

Gerhana matahari total adalah fenomena alam yang terjadi ketika bumi bulan dan matahari berada dalam satu garis sejajar, yang berarti bulan akan menutupi matahari yang memancarkan sinarnya ke bumi. Bisa dibayangkan, bulan yang mengitari bumi, dan bumi mengitari matahari, dengan kecepatan yang berbeda, pada suatu waktu akan berada dalam posisi yang sejajar,bBetapa lama waktu yang dibutuhkan hingga fenomena ini terjadi.

Fenomena astronomi ini cuma bakal terjadi 350tahun sekali di lokasi yang sama. Kebayang kan gimana euforia masyarakat yg tinggal di 12 kota itu? yaa termasuk gue, hahaha. Walaupun hanya menikmati dari teras rumah.
Diawali dengan shalat gerhana, mungkin yang beragama lain ada cara ibadah sendiri dalam rangka GMT. Udah diajakin nih buat shalat gerhana di Masjid Agung, yang lokasinya juga di daerah Jembatan Ampera, pusat buat lihat gerhana di sini. Tapi gue baru kebangun sekitar setengah lima, yaa jelas ditinggal.

Akhirnya shalat gerhananya di masjid deket rumah. Lumayan sih jadi bisa liat gerhana pas di rumah. Shalatnya dimulai tepat dengan awal terjadinya bulan menutupi sedikit cahaya matahari, alias Gerhana Matahari Sebagian. Habis shalat, gue udh mencuri pandang ke langit, tapi ga keliatan. Ya kali silau. Bahaya juga buat mata.

Pas nyampe rumah, ujung-ujungnya make kacamata hitam biasa yang notabenenya ga punya filter yg sesuai standar. Oleh karena itu, kita pun ngeliatnya kayak curi-curi pandang gitu ke langit, dan akhirnya KELIHATAN. IYA ADA ITEM ITEM YG NUTUPIN MATAHARI DI BAGIAN ATAS. Karena memang langitnya udh berawan, ga berapa lama setelah kejadian terlihat, mataharinya ditutup awan :""

Kita juga ngeliat di tv. Pas detik detik mau GMT, kita udah siap di teras rumah dengan kacamata hitam. 

Walaupun ga dapet lihat matahari vs bulan dengan jelas karena berawan, kita pun dapet suasan gelep terangnya. Gapapalah, pengalaman GMT, Alhamdulillah bisa ngerasain X"D
Dengan bermodal kamera hp (katanya sih bahaya buat kameranya, tapi karena dalam kondisi berawan dengan kata lain kamera hp gua ga langsung nyorot matahari kan, ya gpp berarti *eh), gue captured aja ke arah matahari yg ketutup awan tadi. Nih beberapa hasil potret gue.


Ga keliatan yaa mataharinya :" tapi sensasi gelep terangnya dapet kan? XD Tepat waktu GMT yg berlangsung sekitar 1 menit hampir 2 menit gitu, bener-bener gelep kayak malem. Bisa dilihat di foto terakhir. Dengan suasana dingin-dingin gimana gitu, AllahuAkbar :" Luar Biasa sekali ciptaan Tuhan u.u

Buat yg mau lihat mataharinya, ini di ig temen gue dia berhasil motret dengan kameranya yang pake filter.

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Sekarang lagi musim musimnya piala dunia nih. Timnas negara manakah yg kalian pegang? Ehm, sebenernya kita pengen banget kok timnas Indonesia yang masuk sebagai finalis piala dunia, dan alhamdulillah kita punya harapan besar buat para punggawa timnas U-19 untuk masuk world cup berikut berikutnya.
Ngomong-ngomong tentang timnas di pildun, pada dukung negara mana nih? Kalo gue sih awalnya pengen dukung Prancis. Emang dari dulu ngejagoin Prancis dari awal PD 2006 malah. Prancis yang mampu ngalahin juata bertahan Brazil, dan akhirnya secara tidak disangka masuk final. Untuk tahun ini, gue udah ancang-ancang mau dukung Prancis lagi. Tapi, sempet kecewa, soalnya Nasri ga masuk skuad :( kata orang sih emang ga cocok sama pelatihnya. Eh ga taunya Ribery bernasib sama, tidak dibawa ke Brazil. Beda kasus sih, kalo pemain Bayern Muenchen ini didera cedera. Sungguh kecewa.
Kebanyakan orang ngedukung Jerman termasuk bapak gue dan kakak gue. Gue tau Jerman jago, regenerasi pemainnya emang hebat-hebat. Tapi ntah mengapa gue belum pernah seutuhnya mau ngedukung tim yg mainstream didukung orang.
Kalo di piala eropa, gue biasanya dukung spanyol dari tahun 2008, itu karena Prancis yang udah harus angkat koper lebih awal di penyisihan grup, and the main reason is, my fav, Torres, berseragam Spanyol. Dulu yah pas PD 2006, yang dukung Spanyol sih kakak gue. Sekarang dia sudah berpaling hati ke Jerman. PD 2010, gue ga dukung siapa siapa, gue ga nonton jadi gue ga bisa memprediksi, liat gaya main dan semacemnya, iya walopun Torres main tapi rasanya Spanyol bukan andalan gue. Terakhir, piala eropa 2012. Torres lagi dilanda krisis kepercayaan. Syukur deh dia masuk timnas Spanyol yang otomatis buat gue dukung Spanyol (again). Top scorer pula huah rasanya itu loh, sebagai pembuktian ke orang-orang yg suka ngeremehin striker yang udah lumayan sesepuh ini. PD 2014, gue udah ngerasa kalo Torres udah ga secerah dulu. Yah tau lah yaa di Chelsea gimana. Tapi ujung ujungnya, tetep dipanggil masuk ke timnas Spanyol. Agak janggal sih tapi yah namanya juga fans, seneng dong. Sayangnya, Torres bukan starting line up lagi. Di sinilah saya kecewa. Spanyol bukan pilihan lagi. Semangat ajee dah om Torres, pancarkan sinarmu di Chelsea yang udah lama dipengenin orang.
Sebenernya, Gue lebih memilih ngedukung tim dengan kedok Kuda Hitam, diam diam mematikan hahah XD Gue berharap besar sama Jepang. Rasanya sebagian orang Asia akan beranggapan sama. Termasuk Bapak gue yang berharap agar negara Asia bisa bicara banyak di kancah dunia. Apalagi mereka punya Honda, Okazaki, Kagawa. Dan akhirnya pilihan gue jatuh pada Jepang. Gue megang Jepang. Tapi keluarga gue taunya gue dukung Prancis soalnya pas semalem yang tanding itu Italia vs Kosta Rika sama Prancis vs Swis. Di radio yang kami dengerin pas di jalan, bapak gue, dan bahkan di tipi tipi semua sibuk ngurusin Italia dan grup nerakanya di mana Inggris dapat diuntungkan kalo Itali menang. Gue sendiri yang koar koar kalo Prancis juga maen malam itu, lawan Swis lagi. Tapi media lebih memilih membahas pertandingan satunya.
Pagi-paginya, gue dibangunin oleh teriakan Bapak gue "Deeekkk, Prancis menang 5-2!!!" Gue ga ngangka bapak gue taunya gue dukung Prancis. Dan gue juga ga myangka, tanpa Nasri dan Ribery, Prancis masih bisa banyak bicara. Padahal sebelumnya Prancis dilanda krisis pemain pasca pensiunnya Zidane.
Setiap ada gelaran Piala Dunia, Piala Eropa, anggota keluarga gue selalu milih negara mana yang punya kans juara dengan pemain pemain yg dimilikinya. Jadi istilah karbit atau apalah itu ga berlaku di keluarga gue karena biasa setiap gelaran kita bakal ubah ubah negara yang kita dukung sesuai prediksi dan keinginan masing-masing. Soalnya kita cuma setia sama satu timnas, apalagi kalo bukan timnas kita sendiri yang lagi butuh support dari bangsa sendiri :D
Menurut gue tim-tim yang bakal nyusahin tim yang diunggulkan kebanyakan orang kayak Brazil, Jerman, Italia, dkk adalah Prancis, Belgia, dan satu lagi, gue ga suka sama tim ini tapi mereka juga lagi bagusnya bahkan disebut tim Kuda Hitam karena gaya permainan ala Jerman, Amerika Serikat. Kita lihat saja nanti~
21 Juni 2014. 20:11.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Older Posts

About me

Stray -blogger. Anime-manga-dorama lover. Amateur wpap-er. Subber. Light up your world with colours and words.

Follow me!

  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • Google+
  • youtube

Categories

  • animasi
  • Biografi
  • Buku
  • Climate action
  • Daily chit chat
  • karyakuu
  • Komik/Manga/Manhwa/Webtoon
  • Lomba blog
  • Movie
  • musik
  • Newsflash
  • Pesona Indonesia
  • serial drama
  • tips and trick
  • Wonderful Indonesia

recent posts

Sponsor

Followers

Komunitas

Komunitas
Literasikk

Created with by ThemeXpose | Distributed by Blogger Templates