REVIEW BUKU: HARI INI AKU DATANG KEMBALI KE TOKO BUKU KOBAYASHI

by - 22.04


SINOPSIS

Oomori Rika, seorang pegawai baru perusahaan distribusi buku ditempatkan di Cabang Osaka setelah menjalani pelatihan yang diwajibkan. Sebagai gadis yang sedari lahir hingga tamat kuliah menghabiskan seluruh hidupnya di Tokyo, Rika menghadapi tantangan besar untuk hidup di lingkungan baru. Beradaptasi dengan suasana dan kebiasaan baru menjadi PR besar bagi Rika yang pertama kali menginjakkan kaki di Osaka. Orang-orang Osaka dianggap kasar, lebih bar bar, dan lebih nyentrik. Tidak hanya itu, pada dasarnya Rika bukanlah pecinta buku. Bagaimana ia menjajakan buku padahal sendirinya tidak begitu paham?

Seandainya bernasib sial, buku-buku itu akan dipotong-potong dan terlahir kembali sebagai tisu toilet. Hidup memang seperti itu, tetapi tetap saja aku merasa agak tertekan.

Sebuah kesalahan dibuat Rika membuatnya dipanggil oleh Kepala Divisi. Rika yang merasa tertekan dengan pekerjaaan baru dan cara hidup yang baru pun mengeluarkan emosinya. Kepala Divisi berinisiatif menginstruksikannya ke Toko Buku Kobayashi. Bertemu dengan Yumiko Kobayashi, sang pemilik toko buku kecil tua di dekat pusat perbelanjaan Amagasaki menjadi oase bagi Rika. Kisah yang diceritakan Yumiko dengan tenang namun menarik memberikan pencerahan bagi gadis yang sedang kalut ini.

Energi positif yang dihaturkan lewat ketenangan cerita Yumiko mengubah Rika dalam melakukan pekerjaan. Lambat laun, Rika mulai menyadari candaan kasar yang ia terima saat awal tiba di Osaka merupakan bentuk pengakraban. Kini ketika dilanda kebingungan, Rika akan kembali ke Toko Kobayashi, mendengarkan cerita Yumiko, oase dalam perjalanan hidupnya.

Sosok Yumiko Kobayashi diambil dari tokoh nyata. Begitu pula dengan Toko Buku Kobayashi yang menjadi latar utama. Tetsuya Kawakami sebagai penulis buku ini pernah bertemu langsung dengan beliau. Tutur kata Yumiko lewat ceritanya yang membawa energi positif inilah yang ingin disebarluaskan penulis.



ULASAN

Membaca buku ini bagai dipeluk dengan hangat, dinasihati dengan lembut tanpa menggurui. Tetsuya Kawakami berhasil menghadirkan kehangatan Yumiko dalam tulisannya. Pembaca pun juga ikut tersedot dalam kisah Yumiko. Bukan kebahagiaan yang meriah, buku ini membawa ketenangan, bahwa kebahagiaan juga didapatkan dalam ketenangan. Tidak heran jika banyak alumni buku ini langsung ingin mengunjungi Toko Kobayashi dan berjumpa dengan Yumiko-san. Sama seperti Rika, semoga kita dapat menemukan semangat dalam menjalani pekerjaan dengan tekun dan ikhlas.

Setelah membaca buku ini, satu hal yang paling saya sadari. Suasana dan antusiasme membaca buku di Jepang berbeda dengan Indonesia. Toko buku hadir hingga kota kecil di Jepang sedangkan di Indonesia, tidak ditemukan toko buku bahkan di pusat kabupaten. Hal itu semakin saya rasakan sebagai orang yang lahir dan besar di Palembang kemudian bekerja di daerah kabupaten. Akses minim terhadap buku ini dapat menjadi faktor rendahnya literasi di Indonesia. Meski dilanda jual beli online, Toko Buku Kobayashi masih bertahan hingga sekarang menandakan bahwa kehadiran toko buku dan dukungan para pelanggan setia yang senantiasa terus menerus membaca dan membeli bahan bacaan menunjukkan perbedaan kebiasaan membaca.

Di dunia ini ada begitu banyak toko buku. Bisnis kita berjalan karena pelanggan yang membeli produk kita. Dengan melakukan layanan seperti itu, akan selalu ada pelanggan yang membeli, maka apa pun yang terjadi, kita harus menundukkan kepala sambil mengucapkan terima kasih. Tidak ada yang namanya terlalu bersyukur.

Bertemu dengan orang yang memiliki hobi yang sama juga dapat menumbuhkan rasa suka cita yang tak ternilai. Saling merekomendasikan buku favorit pada sesama peminat buku menjadi hal yang langka.

Sekali lagi, aku sadar bahwa buku tidak hanya bisa dinikmati sendirian. tetapi juga bisa menjadi alat komunikasi yang cemerlang, Jika digali lebih jauh, bisa jadi akan melahirkan model bisnis baru yang dapat mengubah masyarakat




REKOMENDASI

Buku ini cocok direkomendasikan pada orang yang baru mau menjadikan membaca buku sebagai hobi seperti Rika-san yang baru mulai menumbuhkan minatnya pada buku setelah bekerja di dunia penerbitan. Halamannya tidak banyak, bukunya tidak tebal. Cocok sekali untuk pandangan pertama jatuh cinta pada buku. Dan buat kamu yang sudah suka membaca buku, buku ini akan membuatmu lebih jatuh cinta lagi pada buku.

Selain itu, mengikuti kisah Rika, buku ini cocok dibaca bagi kamu yang mendapatkan pekerjaan baru, dipindahkan, atau bahkan pertama kali merantau karena pekerjaan. Sedikir banyak kamu akan mendapatkan motivasi dari kisah Yumiko yang diimplementasikan oleh Rika.

Entah itu tentang pekerjaan, perusahaan, maupun orang-orang di sekitar, carilah sesuatu darinya yang bisa membuatmu jatuh cinta, satu demi satu. Secara alamiah, kau akan semakin penasaran. Kau bisa menerapkannya pada apapun. Sudah jadi jodohmu bekerja di Daihan, tapi semua akan percuma kalau kau tidak menyukai pekerjaanmu, perusahaanmu, dan orang-orang di sekitarmu.

Bagi saya sendiri, buku ini menetralisir pikiran dengan menghadirkan kehangatan  setelah membaca Malice yang dipenuhi kebencian di akhir.



You May Also Like

0 komentar